Menyelami Sejarah Goa Selarong, Destinasi Wisata Mistis di Jogja

Paket Wisata Jogja – Pernahkah kamu berwisata ke Jogja? Apakah kamu berkunjung ke beberapa wisata alamnya yang menarik selain Pantai Parangtritis atau pantai-pantai lain di Gunung Kidul? Atau selain Gunung Api Purba Nglanggeran?

Jika belum pernah, kamu harus coba untuk datang ke wisata alam lainnya di Jogja yang penuh dengan sejarah nan mistis satu ini, yaitu Goa Selarong.

Goa Selarong adalah destinasi wisata yang tersembunyi di Jogja, menghadirkan pengalaman yang tak hanya memikat dari segi keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan sejarah mistis yang mendalam.

Dengan akar sejarah yang kaya, Goa Selarong bukan sekadar destinasi wisata biasa, melainkan sebuah tempat yang memungkinkan pengunjung untuk menyelami jejak masa lalu dan merasakan keajaiban spiritualnya.

Kamu penasaran apa saja yang bisa kamu ketahui tentang Goa Selarong? Simak terus artikel ini sampai habis ya untuk menambah wawasanmu.

 

Keindahan Alam yang Memukau

Credit: Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul

Terletak di lereng Gunung Merapi, Goa Selarong dikelilingi oleh hutan tropis yang rimbun dan udara segar yang menyegarkan. Tentu kamu bisa membayangkannya, bukan?

Pemandangan alam yang memukau ini menawarkan pengalaman yang luar biasa bagi para pengunjung yang datang untuk mencari ketenangan dan kedamaian.

Karena jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, destinasi ini menjadi tempat ideal untuk melepaskan penat dan menjauh sejenak dari rutinitas sehari-hari.

 

Jejak Sejarah Goa Selarong

Credit: Kompas

Keistimewaan sejati Goa Selarong tentu terletak pada jejak sejarahnya yang kaya dan menarik.

Seperti yang kamu ketahui dari buku-buku sejarah atau dari materi yang diberikan pada saat masih bersekolah, goa ini menjadi saksi bisu peristiwa sejarah penting pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Benar bukan?

Untuk singkatnya, pada abad ke-18, Pangeran Diponegoro, seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, menggunakan Goa Selarong sebagai tempat persembunyian dan markas perlawanannya bersama dengan rombongannya.

Dan jika kamu mengelilingi goa ini, kamu akan menemukan bekas-bekas tembok dan pertahanan alami yang masih tersisa, yang memberikan gambaran hidup pada saat itu.

 

Baca Juga: Goa Gajah Mangunan Yogyakarta

 

Mistiknya Goa Selarong

Credit: Okezone

Seiring berjalannya waktu, Goa Selarong juga menjadi terkenal karena aura mistisnya.

Banyak orang percaya bahwa goa ini memiliki energi spiritual yang kuat dan sering dijadikan tempat untuk melakukan ritual keagamaan.

Para pengunjung sering merasakan kehadiran kekuatan gaib saat berada di dalam goa, menciptakan pengalaman mistis yang sulit dilupakan.

 

Upaya Pelestarian dan Pengembangan Pariwisata

Pemerintah setempat, yaitu Pemerintah Kabupaten Bantul dan masyarakat bekerja sama untuk melestarikan warisan sejarah dan kealamian Goa Selarong.

Melalui upaya pelestarian, seperti pembangunan jalur setapak yang ramah lingkungan dan penyediaan panduan wisata yang kompeten yang dilakukan, destinasi ini dapat dinikmati oleh generasi masa kini dan mendatang.

Pariwisata di sekitar Goa Selarong juga berkembang pesat.

Pengembangan infrastruktur yang bijaksana dan pengelolaan yang berkelanjutan memastikan bahwa keberadaan destinasi ini tidak hanya berdampak positif bagi perekonomian lokal, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem alaminya.

 

 

Goa Selarong bukan hanya sekadar destinasi wisata biasa.

Dengan keindahan alam yang memukau, jejak sejarah yang kaya, dan aura mistis yang menyelimuti, tempat ini menjadi magnet bagi para pencari petualangan dan pecinta sejarah.

Melalui upaya pelestarian dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, Goa Selarong tetap menjadi saksi bisu dari berbagai cerita masa lalu, memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang menyelaminya.

Jadi, tertarik kah kamu berkunjung ke goa ini?

Menyelami Keindahan Pendatang Baru Bogor, HeHa Waterfall

Paket Wisata BogorLagi, lagi, dan lagi. Bogor kembali membuat gebrakan mengenai destinasi wisata. Seakan tidak pernah puas dengan destinasi wisata yang sudah ada dan mencuri perhatian selama ini, Bogor kembali hadir dengan destinasi wisata buatan terbaru.

Dijuluki sebagai pendatang baru Bogor, HeHa Waterfall adalah sebuah destinasi buatan manusia berupa air terjun buatan yang dilengkapi berbagai fasilitas pelengkap. Bukan main, HeHa Waterfall bahkan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) lhoKeren bukan?

Apakah kamu berminat mengunjungi destinasi wisata ini? Eits, jika iya, sebelum itu kamu perlu tahu tentang destinasi wisata ini terlebih dahulu ya! Yuk simak terus artikel ini sampai habis!

 

 

Daya Tarik

Credit: Cantika

HeHa Waterfall merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep wisata luar ruangan dan modern. Tempat ini adalah cabang kesekian dari HeHa setelah HeHa Sky View, HeHa Ocean View, HeHa Forest, dan Stone Valley by HeHa di Yogyakarta. 

Memiliki air terjun dengan ketinggian kurang lebih 40 meter dan lebar 80 sampai dengan 90 meter membuat HeHa Waterfall digadang-gadang sebagai air terjun tertinggi di Indonesia. Kamu bisa menikmati waktumu di sini sambil mendengarkan suara air yang jatuh dan mengalir dari ketinggian.

Selain air terjun buatannya yang menjadi daya tarik utama, HeHa Waterfall memiliki banyak spot foto yang cocok bagi kamu yang ingin meramaikan feeds instagrammu. Apalagi saat malam, suasana akan semakin menarik dan meriah dengan banyak lampu-lampu yang menyala menghiasi air terjun.

Kamu juga bisa menikmati berbagai kuliner dan minuman di HeHa Waterfall dengan banyak pilihan menu, mulai dari menu khas Indonesia sampai Western. Harganya pun beraneka ragam, mulai dari Rp25.000,00 hingga Rp290.000,00.

Selain itu, kamu juga bisa menemukan wahana permainan lain di tempat ini yang bisa dinikmati seperti ATV dan area playground. Tidak lupa juga, kamu bisa membeli berbagai oleh-oleh dengan pilihan harga mulai dari Rp29.000,00 hingga Rp69.000,00. Terjangkau bukan?

 

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk

Credit: TEMPO

HeHa Waterfall berlokasi di Jalan Kapten Harun Kabir, Cibeureum, Cisarua, Bogor. HeHa Waterfall beroperasi mulai pukul 008.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB pada saat weekday, dan mulai pukul 08.00 WIB hingga 23.00 WIB saat weekend.

Kamu tidak perlu mengeluarkan kocek terlalu dalam agar bisa masuk ke area HeHa Waterfall. Cukup membayar sebesar Rp20.000,00 ketika weekday dan Rp25.000,00 ketika weekend, kamu sudah bisa menikmati berbagai fasilitas di dalam HeHa Waterfall.

 

 

Baca Juga: 6 Air terjun di Belitung. Wajib Kamu Jelajahi

 

 

Fasilitas

Credit: Travel Kompas

Meskipun termasuk pendatang baru, HeHa Waterfall memiliki fasilitas penunjang kenyamanan yang cukup lengkap. Mulai dari fasilitas umum seperti area parkir, toilet, mushola, spot foto, dan toko oleh-oleh.

Bahkan HeHa Waterfall menyediakan wedding venue, dan penginapan bertipe cabin dan suites yang dalam perencanaannya dapat digunakan di tahun 2024 mendatang.

HeHa Waterfall juga bisa dipakai  untuk berbagai acara khusus, seperti gathering, rapat, arisan, team building, foto pre-wedding, pernikahan, fun games, dan banyak lagi.

 

Tips Berkunjung

Demi kenyamanan dan keamananmu, ada beberapa tips berkunjung ke HeHa Waterfall nih yang mungkin akan berguna untuk kamu.

  • Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat cuaca cerah. Jangan lupa memakai pakaian yang nyaman.
  • Membawa powerbank untuk berjaga-jaga 
  • Jika ingin berfoto, sebaiknya gunakan pakaian berwarna cerah
  • Jika membawa anak-anak, diharapkan untuk meningkatkan penjagaan agar mereka tidak bermain di dekat air terjun buatan
  • Hindari membawa makanan dan minuman dari luar.

 

Itu dia beberapa hal yang bisa menjadi informasi dasar sebelum Anda berkunjung ke HeHa Waterfall. Bagaimana? Sudah ada rencana berkunjung ke air terjun buatan pendatang baru Bogor ini?

Baca Juga: Menakjubkan! Ini Dia 5 Air Terjun Terbesar di Dunia, Nyaris 3 Kilometer

Wisata Telaga Warna, Menyelami Keajaiban Alam Dieng

Wisata Dieng – Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia. Dengan ketinggian mencapai sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, Dieng dikenal dengan suhu yang sejuk, sekitar 15 derajat celcius. Di tengah cuaca sejuk ini, Dieng mempesona pengunjung dengan keindahan alamnya yang luar biasa.

Salah satu destinasi populer di Dieng adalah Telaga Warna yang memiliki tempat khusus dalam hati para pelancong. Keunikan dan kecantikan telaga ini telah memukau ribuan pengunjung dari seluruh dunia. Kali ini kita akan menjelajahi keajaiban alam Telaga Warna Dieng, dari sejarahnya yang kaya hingga pesona warna-warninya yang memikat.

 

 

Legenda Telaga Warna

Credit: Balijavaholidays(dot)com

Seperti banyak tempat di Indonesia, Telaga Warna memiliki legenda lokal terkait asal terbentuknya. Terdapat 3 versi legenda yang dipercayai masyarakat setempat. Versi pertama menceritakan tentang seorang ratu dan putrinya yang sedang mandi di sebuah telaga.

Saat mereka sedang asik mandi di tepi telaga, tiba-tiba angin kencang bertiup. Hembusan angin ini membuat pakaian sang ratu dan putrinya ikut terbawa dan hanyut ke dalam telaga. Seketika air di dalam telaga tersebut berwarna warni seperti pakaian ratu dan putri tersebut.

Versi kedua menceritakan seorang bangsawan yang gemar mengenakan cincin kristal yang amat indah. Pada suatu hari bangsawan ini sedang berjalan-jalan di sekitar telaga dan secara tidak sengaja cincin tersebut jatuh ke dalam telaga.

Masyarakat percaya bahwa pantulan dari kristal cincin bangsawan ini memberikan warna pada air telaga. Namun, ada juga masyarakat yang percaya bahwa cincin dari bangsawan tersebut bukan cincin biasa. Melainkan cincin sakti, sehingga air telaga bisa berganti-ganti warna.

Versi ketiga menceritakan seorang Putri Gilang Rukmini yang sangat dicintai oleh raja dan ratu beserta rakyatnya. Pada hari ulang tahun sang putri, raja dan ratu serta masyarakat memberikan hadiah berupa kalung kristal yang amat indah. Namun, sang putri menolak hadiah itu dengan kejamnya, sehingga ratu sangat sedih dan mulai menangis.

Melihat kesedihan dari sang ratu, masyarakat pun ikut menangis. Air mata mereka inilah yang dipercayai membentuk sebuah telaga, dimana di dalam telaga tersebut terdapat kalung sang putri. Sehingga saat terkena cahaya matahari air telaga berubah warna akibat pantulan dari kristal-kristal kalung sang putri.

 

Geologi Telaga Warna

Lokasi Telaga Warna Dieng berada di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Telaga Warna terdapat pada cekungan yang dikelilingi oleh 3 bukit. Air di Telaga Warna berasal dari mata air di dalam dan juga akumulasi air hujan yang turun melalui bukit dan berbagai mata air panas yang mengelilingi danau.

Air dari telaga ini mengandung belerang yang berasal dari batuan beku andesitik di pinggiran tebing sekitar telaga. Zat kimia seperti belerang dan sulfur inilah yang memberikan efek pewarnaan pada air Telaga Warna saat terkena cahaya matahari. 

 

Baca juga : 15 Tempat Wisata Dieng Terindah, Surganya Pecinta Alam

 

Perubahan Warna yang Memikat

Credit: Sigijateng(dot)id

Salah satu hal yang membuat Telaga Warna begitu menakjubkan tentunya adalah perubahan warna airnya yang mempesona. Air di danau ini dapat berubah dari satu warna ke warna lain, tergantung pada suhu dan kondisi atmosfer. Beberapa warna yang sering terlihat di Telaga Warna meliputi biru, hijau, merah, coklat, hitam, dan bahkan ungu.

Perubahan warna ini juga berkaitan dengan musim. Pada musim hujan, air danau cenderung lebih berwarna coklat atau hitam karena air hujan membawa lebih banyak endapan ke dalam danau. Sebaliknya, pada musim kemarau, airnya lebih bening dan warna-warninya lebih menonjol.

 

Pemandangan Matahari Terbenam yang Menggetarkan Hati

Bagi para pecinta sunset, Telaga Warna adalah tempat yang tepat untuk menikmati momen indah ini. Ketika matahari mulai merunduk di balik perbukitan hijau Dieng, warna-warni air danau menciptakan pemandangan yang tak terlupakan. Cahaya matahari yang mulai meredup, menciptakan perpaduan warna-warni yang memukau di langit senja.