Menaklukkan Sejarah di Benteng Rotterdam, Makassar

Tour Makassar – Makassar merupakan satu dari banyaknya kota di Indonesia yang kaya akan sejarah dan budaya. Kota ini menyimpan sebuah peninggalan bersejarah yang tak boleh terlewatkan, yaitu Benteng Rotterdam.

Benteng Rotterdam merupakan salah satu warisan peninggalan kolonial yang masih tegak berdiri sampai sekarang. Karena merupakan peninggalan kolonial, bisa dipastikan jika berkunjung ke benteng ini kita akan dibawa kembali ke masa-masa yang penuh perjuangan dan kehidupan di bawah bayang-bayang masa penjajahan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi keindahan dan sejarah di balik dinding-dinding Benteng Rotterdam yang megah. Simak artikel ini sampai selesai untuk menambah wawasanmu.

 

 

Sejarah Benteng Rotterdam

Credit: Kompas

Fort Rotterdam sebelumnya dikenal sebagai Benteng Jumpandang atau Benteng Ujung Pandang, merupakan warisan dari Kerajaan Gowa-Tallo.

Pada awalnya, pembangunan benteng ini menggunakan bahan tanah liat. Namun, pada tahun 1634 selama masa pemerintahan Sultan Alauddin, struktur bangunan ini diganti dengan batu padas yang diperoleh dari Pegunungan Karst di daerah Maros.

Benteng Ujung Pandang mengalami kerusakan parah karena serangan oleh VOC di bawah komando Cornelis J. Speelman antara 1655-1669.

Pada saat itu, Kerajaan Gowa-Tallo yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin terpaksa menyerahkan Benteng Ujung Pandang kepada Belanda sebagai hasil dari Perjanjian Bongaya.

Penyerahan ini merupakan konsekuensi dari kekalahan dalam Perang Makassar. Setelah jatuh ke tangan Belanda, Benteng Ujung Pandang diubah namanya menjadi Benteng Fort Rotterdam, sesuai dengan nama Cornelis J. Speelman.

Speelman kemudian memulai pembangunan ulang benteng tersebut dengan gaya arsitektur Belanda, menggantikan bagian-bagian yang telah rusak. Sejak saat itu, Fort Rotterdam menjadi pusat kekuasaan kolonial Belanda di Sulawesi.

 

Arsitektur Megah dan Tata Letak Taktis

Credit: Kompas

Satu hal yang menarik perhatian pengunjung adalah arsitektur megah Benteng Rotterdam. Dibangun dengan gaya arsitektur benteng khas Eropa, bangunan ini menunjukkan perpaduan antara kekuatan dan keindahan.

Dinding tebal, menara penjaga, dan lorong-lorong rahasia menggambarkan kecerdasan militer pada masa lalu. Meskipun terkena pengaruh arsitektur Eropa, tetapi arsitektur lokal dan nuansa tradisional juga terasa kuat di setiap sudut benteng.

 

Fungsi Ganda Benteng sebagai Pusat Pemerintahan dan Pelabuhan

Benteng Rotterdam tidak hanya sekadar sebagai pusat pertahanan melainkan juga sebagai pusat pemerintahan dan pelabuhan perdagangan. Fungsi ganda ini menjadikan benteng ini sebagai jantung kehidupan ekonomi dan politik pada zamannya. Pelabuhan di sekitar benteng menjadi saksi bisu arus barang-barang dari berbagai penjuru dunia.

 

Baca Juga: Benteng Pendem Ambarawa, Jejak Sejarah Masa Penjajahan Belanda di Jawa Tengah

 

Museum Benteng Rotterdam: Menyimpan Kenangan di Setiap Sudutnya

Credit: Good News From Indonesia

Hingga saat ini, Benteng Rotterdam telah bertransformasi menjadi sebuah museum hidup yang menyimpan kenangan-kenangan masa lalu.

Museum ini menampilkan artefak-artefak bersejarah, lukisan, dan dokumentasi yang membawa pengunjung melintasi lorong waktu. Dan membawa pengunjung untuk merasakan bagaimana suasana masa lalu.

Setiap sudut benteng menjadi jendela menuju masa lalu yang kaya akan cerita dan peristiwa bersejarah.

 

Pengalaman Wisata yang Tidak Terlupakan

Bagi para pengunjung, Benteng Rotterdam menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Dari menelusuri lorong-lorong gelap yang dulu digunakan untuk pertahanan hingga menikmati pemandangan spektakuler dari menara pengamatan, setiap langkah di dalam benteng ini membawa pengunjung lebih dekat dengan sejarah yang mencengangkan.

 

 

Benteng Rotterdam bukan sekadar bangunan batu bersejarah, tetapi juga penanda perjalanan panjang sejarah Indonesia.

Melalui pengalaman di dalam dan cerita yang tersemat di dinding-dindingnya, benteng ini terus menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan mengajak kita untuk menelusuri jejak masa lalu yang penuh warna.

Dengan mengunjungi Benteng Rotterdam, kita bukan hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga meresapi atmosfer zaman dahulu.

Sebuah perjalanan yang memberikan penghormatan pada masa lalu dan mengeksplorasi keindahan sejarah Indonesia yang kaya.

Menaklukkan Sejarah di Benteng Rotterdam, Makassar

Tour Makassar – Makassar merupakan satu dari banyaknya kota di Indonesia yang kaya akan sejarah dan budaya. Kota ini menyimpan sebuah peninggalan bersejarah yang tak boleh terlewatkan, yaitu Benteng Rotterdam.

 

Benteng Rotterdam merupakan salah satu warisan peninggalan kolonial yang masih tegak berdiri sampai sekarang. Karena merupakan peninggalan kolonial, bisa dipastikan jika berkunjung ke benteng ini kita akan dibawa kembali ke masa-masa yang penuh perjuangan dan kehidupan di bawah bayang-bayang masa penjajahan.

 

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi keindahan dan sejarah di balik dinding-dinding Benteng Rotterdam yang megah. Simak artikel ini sampai selesai untuk menambah wawasanmu.

 

Sejarah Benteng Rotterdam

Credit: Kompas

 

Fort Rotterdam sebelumnya dikenal sebagai Benteng Jumpandang atau Benteng Ujung Pandang, merupakan warisan dari Kerajaan Gowa-Tallo.

 

Pada awalnya, pembangunan benteng ini menggunakan bahan tanah liat. Namun, pada tahun 1634 selama masa pemerintahan Sultan Alauddin, struktur bangunan ini diganti dengan batu padas yang diperoleh dari Pegunungan Karst di daerah Maros.

 

Benteng Ujung Pandang mengalami kerusakan parah karena serangan oleh VOC di bawah komando Cornelis J. Speelman antara 1655-1669.

 

Pada saat itu, Kerajaan Gowa-Tallo yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin terpaksa menyerahkan Benteng Ujung Pandang kepada Belanda sebagai hasil dari Perjanjian Bongaya.

 

Penyerahan ini merupakan konsekuensi dari kekalahan dalam Perang Makassar. Setelah jatuh ke tangan Belanda, Benteng Ujung Pandang diubah namanya menjadi Benteng Fort Rotterdam, sesuai dengan nama Cornelis J. Speelman.

 

Speelman kemudian memulai pembangunan ulang benteng tersebut dengan gaya arsitektur Belanda, menggantikan bagian-bagian yang telah rusak. Sejak saat itu, Fort Rotterdam menjadi pusat kekuasaan kolonial Belanda di Sulawesi.

 

Arsitektur Megah dan Tata Letak Taktis

Credit: Kompas

 

Satu hal yang menarik perhatian pengunjung adalah arsitektur megah Benteng Rotterdam. Dibangun dengan gaya arsitektur benteng khas Eropa, bangunan ini menunjukkan perpaduan antara kekuatan dan keindahan.

 

Dinding tebal, menara penjaga, dan lorong-lorong rahasia menggambarkan kecerdasan militer pada masa lalu. Meskipun terkena pengaruh arsitektur Eropa, tetapi arsitektur lokal dan nuansa tradisional juga terasa kuat di setiap sudut benteng.

 

Fungsi Ganda Benteng sebagai Pusat Pemerintahan dan Pelabuhan

Benteng Rotterdam tidak hanya sekadar sebagai pusat pertahanan melainkan juga sebagai pusat pemerintahan dan pelabuhan perdagangan. Fungsi ganda ini menjadikan benteng ini sebagai jantung kehidupan ekonomi dan politik pada zamannya. Pelabuhan di sekitar benteng menjadi saksi bisu arus barang-barang dari berbagai penjuru dunia.

 

Museum Benteng Rotterdam: Menyimpan Kenangan di Setiap Sudutnya

Credit: Good News From Indonesia

 

Hingga saat ini, Benteng Rotterdam telah bertransformasi menjadi sebuah museum hidup yang menyimpan kenangan-kenangan masa lalu.

 

Museum ini menampilkan artefak-artefak bersejarah, lukisan, dan dokumentasi yang membawa pengunjung melintasi lorong waktu. Dan membawa pengunjung untuk merasakan bagaimana suasana masa lalu.

 

Setiap sudut benteng menjadi jendela menuju masa lalu yang kaya akan cerita dan peristiwa bersejarah.

 

Pengalaman Wisata yang Tidak Terlupakan

Bagi para pengunjung, Benteng Rotterdam menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Dari menelusuri lorong-lorong gelap yang dulu digunakan untuk pertahanan hingga menikmati pemandangan spektakuler dari menara pengamatan, setiap langkah di dalam benteng ini membawa pengunjung lebih dekat dengan sejarah yang mencengangkan.

 

Benteng Rotterdam bukan sekadar bangunan batu bersejarah, tetapi juga penanda perjalanan panjang sejarah Indonesia.

 

Melalui pengalaman di dalam dan cerita yang tersemat di dinding-dindingnya, benteng ini terus menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan mengajak kita untuk menelusuri jejak masa lalu yang penuh warna.

 

Dengan mengunjungi Benteng Rotterdam, kita bukan hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga meresapi atmosfer zaman dahulu.

 

Sebuah perjalanan yang memberikan penghormatan pada masa lalu dan mengeksplorasi keindahan sejarah Indonesia yang kaya.