Menjelajahi Pasar Tradisional dan Mal Megah di Jakarta

Tour Jakarta – Jakarta sebagai ibu kota Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan keuangan, tetapi juga sebagai surga belanja yang menawarkan pengalaman berbelanja yang unik. Kamu yang pernah mengunjungi Jakarta pasti setuju, bukan?

Mulai dari pasar tradisional yang ramai hingga mal megah yang mewah, Jakarta memiliki segalanya untuk memuaskan hasrat belanja setiap orang. Entah sekadar berbelanja untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai buah tangan yang akan dibawa pulang ke kota asal.

Artikel ini akan membawa kamu dalam perjalanan belanja yang menarik di Jakarta, dari pasar tradisional hingga mal-mal megah. Jadi simak terus ya!

 

Pasar Tradisional, Merasakan Kehidupan Lokal

Credit: Travel Kompas

Salah satu cara terbaik untuk merasakan kehidupan lokal dan mendapatkan barang-barang unik adalah dengan mengunjungi pasar tradisional di Jakarta.

Salah satu pasar yang paling terkenal adalah Pasar Tanah Abang. Pasar ini adalah surga bagi pecinta fashion dengan berbagai pakaian, kain, dan aksesori yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau.

Kamu dapat menemukan pakaian tradisional Indonesia, batik, dan berbagai produk kerajinan tangan di sini. Jangan lupa untuk berinteraksi dengan pedagang lokal yang ramah dan berpengalaman untuk mendapatkan tips terbaik dalam berbelanja.

Selain Pasar Tanah Abang, Pasar Mayestik dan Pasar Santa juga layak untuk dikunjungi.

Pasar Mayestik terkenal dengan berbagai kain dan tekstil, sedangkan Pasar Santa menawarkan suasana yang lebih modern dengan konsep pasar yang diisi dengan kafe dan toko-toko kreatif.

Di pasar-pasar tradisional ini, kamu tidak hanya dapat berbelanja, tetapi juga merasakan kehidupan sehari-hari penduduk Jakarta.

 

Mal Megah, Pengalaman Belanja Mewah

Credit: Kompas

Bagi kamu yang lebih suka berbelanja dalam suasana yang nyaman dan mewah, Jakarta memiliki sejumlah mal megah yang menawarkan pengalaman belanja premium.

Salah satu mal paling ikonik di Jakarta adalah Plaza Indonesia. Mal ini dikenal dengan deretan butik-butik desainer internasional, restoran mewah, dan pusat perbelanjaan yang eksklusif. Di sini, kamu dapat menemukan berbagai merek ternama seperti Louis Vuitton, Gucci, dan Chanel.

Selain Plaza Indonesia, Pacific Place dan Senayan City juga menjadi destinasi belanja favorit di Jakarta.

Pacific Place menawarkan gaya arsitektur modern yang dipadukan dengan merek-merek mewah, sementara Senayan City adalah surga bagi pecinta fashion dengan berbagai butik pakaian dan aksesori terkemuka.

 

Baca Juga: 4 Tempat Wisata Gratis di Jakarta, Cocok Bagi Kaum Mendang-Mending

 

Tips Berbelanja di Jakarta

Yang perlu kamu lakukan jika berbelanja di Jakarta adalah lakukan tawar menawar di pasar tradisional. Saat berbelanja di pasar tradisional, jangan ragu untuk menawar. Tawar menawar adalah bagian dari budaya belanja di Indonesia, dan pedagang umumnya mengharapkan pembeli untuk melakukan negosiasi.

Kemudian jika kamu ingin berbelanja di mal-mal, pastikan untuk memeriksa promo di mal tujuanmu. Jika kamu berbelanja di mal-mal megah, pastikan untuk memeriksa promo dan diskon yang sedang berlangsung. Banyak mal menawarkan program diskon khusus atau paket belanja yang menguntungkan.

Setelah lelah berbelanja, kamu bisa menjelajahi kafe dan restoran lokal di sekitar area belanja. Ini adalah cara yang sempurna untuk mengakhiri hari belanjamu.

 

 

Dengan kombinasi pasar tradisional yang hidup dan mal-mal megah yang mewah, Jakarta adalah surga bagi para pecinta belanja.

Mulailah perjalanan belanja kamu dari Pasar Tanah Abang hingga mal-mal mewah di pusat kota, dan rasakan keberagaman budaya belanja yang ditawarkan oleh ibu kota Indonesia ini. Selamat berbelanja!

Jakarta Shopping Spree, Menjelajahi Pasar Tradisional dan Mal Megah

Tour Jakarta – Jakarta sebagai ibu kota Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan keuangan, tetapi juga sebagai surga belanja yang menawarkan pengalaman berbelanja yang unik. Kamu yang pernah mengunjungi Jakarta pasti setuju, bukan?

 

Mulai dari pasar tradisional yang ramai hingga mal megah yang mewah, Jakarta memiliki segalanya untuk memuaskan hasrat belanja setiap orang. Entah sekadar berbelanja untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai buah tangan yang akan dibawa pulang ke kota asal.

 

Artikel ini akan membawa kamu dalam perjalanan belanja yang menarik di Jakarta, dari pasar tradisional hingga mal-mal megah. Jadi simak terus ya!

 

Pasar Tradisional, Merasakan Kehidupan Lokal

Credit: Travel Kompas

 

Salah satu cara terbaik untuk merasakan kehidupan lokal dan mendapatkan barang-barang unik adalah dengan mengunjungi pasar tradisional di Jakarta.

 

Salah satu pasar yang paling terkenal adalah Pasar Tanah Abang. Pasar ini adalah surga bagi pecinta fashion dengan berbagai pakaian, kain, dan aksesori yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau.

 

Kamu dapat menemukan pakaian tradisional Indonesia, batik, dan berbagai produk kerajinan tangan di sini. Jangan lupa untuk berinteraksi dengan pedagang lokal yang ramah dan berpengalaman untuk mendapatkan tips terbaik dalam berbelanja.

 

Selain Pasar Tanah Abang, Pasar Mayestik dan Pasar Santa juga layak untuk dikunjungi.

 

Pasar Mayestik terkenal dengan berbagai kain dan tekstil, sedangkan Pasar Santa menawarkan suasana yang lebih modern dengan konsep pasar yang diisi dengan kafe dan toko-toko kreatif.

 

Di pasar-pasar tradisional ini, Anda tidak hanya dapat berbelanja, tetapi juga merasakan kehidupan sehari-hari penduduk Jakarta.

 

Mal Megah: Pengalaman Belanja Mewah

Credit: Kompas

 

Bagi kamu yang lebih suka berbelanja dalam suasana yang nyaman dan mewah, Jakarta memiliki sejumlah mal megah yang menawarkan pengalaman belanja premium.

 

Salah satu mal paling ikonik di Jakarta adalah Plaza Indonesia. Mal ini dikenal dengan deretan butik-butik desainer internasional, restoran mewah, dan pusat perbelanjaan yang eksklusif. Di sini, kamu dapat menemukan berbagai merek ternama seperti Louis Vuitton, Gucci, dan Chanel.

 

Selain Plaza Indonesia, Pacific Place dan Senayan City juga menjadi destinasi belanja favorit di Jakarta.

 

Pacific Place menawarkan gaya arsitektur modern yang dipadukan dengan merek-merek mewah, sementara Senayan City adalah surga bagi pecinta fashion dengan berbagai butik pakaian dan aksesori terkemuka.

 

Tips Berbelanja di Jakarta

Yang perlu kamu lakukan jika berbelanja di Jakarta adalah lakukan tawar menawar di pasar tradisional. Saat berbelanja di pasar tradisional, jangan ragu untuk menawar. Tawar menawar adalah bagian dari budaya belanja di Indonesia, dan pedagang umumnya mengharapkan pembeli untuk melakukan negosiasi.

 

Kemudian jika kamu ingin berbelanja di mal-mal, pastikan untuk memeriksa promo di mal tujuanmu. Jika kamu berbelanja di mal-mal megah, pastikan untuk memeriksa promo dan diskon yang sedang berlangsung. Banyak mal menawarkan program diskon khusus atau paket belanja yang menguntungkan.

 

Setelah lelah berbelanja, kamu bisa menjelajahi kafe dan restoran lokal di sekitar area belanja. Ini adalah cara yang sempurna untuk mengakhiri hari belanja Anda.

 

Dengan kombinasi pasar tradisional yang hidup dan mal-mal megah yang mewah, Jakarta adalah surga bagi para pecinta belanja.

 

Mulailah perjalanan belanja kamu dari Pasar Tanah Abang hingga mal-mal mewah di pusat kota, dan rasakan keberagaman budaya belanja yang ditawarkan oleh ibu kota Indonesia ini. Selamat berbelanja!

Menelusuri Jejak Sejarah Candi Dieng, Candi Megah di Atas Awan

Paket Wisata Dieng – Bagi kamu penyuka sejarah, pasti sudah tidak asing lagi dengan Candi Dieng, bukan?

Tapi, apakah kamu pernah berkunjung ke sana?

Candi yang berada di kaki pegunungan Dieng, Wonosobo, Banjarnegara, Jawa Tengah ini berada di ketinggian 2000 mdpl, sehingga cocok disebut sebagai candi di atas awan.

Candi Dieng berukuran panjang 1900 meter dengan lebar 800 meter, memanjang dari utara ke selatan. 

Berdasarkan lokasinya yang berada di dataran tinggi, para ahli memperkirakan bahwa fungsi dari candi ini adalah sebagai tempat pemujaan untuk Dewa Trimurti, tiga dewa utama dalam agama Hindu, yaitu Dewa Brahma (pencipta), Dewa Wisnu (pemelihara), Dewa Syiwa (penghancur).

Mau tahu selengkapnya tentang Candi Dieng? Simak sampai habis artikel ini.

 

Sejarah Candi Dieng

Credit: Visit Banjarnegara

Candi Dieng merupakan kumpulan candi Hindu yang beraliran Syiwa. Diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-7 sampai dengan 9, berdasarkan dugaan para ahli, candi ini merupakan candi tertua di Jawa.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya prasasti berangka tahun 808 Masehi yang merupakan prasasti tertua dengan tulisan huruf Jawa kuno di candi tersebut. Dan sampai saat ini prasasti tersebut masih ada.

Sampai saat ini belum ada literatur yang menjelaskan kapan pembangunan candi ini selesai, meskipun para ahli mengatakan bahwa candi ini dibangun berdasarkan perintah raja-raja dari Dinasti Sanjaya.

Pembangunan Candi Dieng diperkirakan dilakukan secara dua tahap.

Tahap pertama berlangsung pada akhir abad ke-7 sampai perempat pertama abad ke-8.

Pada tahap pertama ini, dilakukan pembangunan candi yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Semar, serta Candi Gatutkaca.

Sedangkan pembangunan keduanya dilakukan setelah tahap pertama selesai dibangun, yaitu sekitar tahun 780 Masehi.

 

Penemuan Kembali Candi Dieng

Credit: Tribun Banyumas

Candi Dieng ditemukan kembali pertama kali oleh tentara Inggris yang sedang berwisata ke kawasan ini pada 1814. Dulunya candi ini terendam di dalam genangan air yang disebut sebagai danau atau telaga. 

Kemudian pada 1856, Van Kinsbergen memimpin upaya pengeringan danau atau telaga untuk menyelamatkan candi tersebut.

Dan pada 1864 hingga 1878, upaya pembersihan dilanjutkan oleh pemerintah Hindia Belanda.

 

Kelompok Candi di Candi Dieng

Di Candi Dieng, terdapat 4 kelompok candi yang terdiri dari:

  1. Kelompok Arjuna: Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Sembadra, Candi Puntadewa, dan Candi Semar
  2. Kelompok Gatutkaca: Candi Gatutkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Petruk, dan Candi Gareng
  3. Kelompok Dwarawati: Candi Dwarawati, Candi Abiyasa, Candi Pandu, dan Candi Margasari
  4. Candi Bima yang berdiri sendiri di atas bukit, yang merupakan bangunan terbesar di antara semua kelompok candi

 

Arsitektur Candi Dieng

Credit: Kompas

Karena merupakan candi yang berada di Jawa Tengah bagian utara, maka bangunan Candi Dieng cenderung berukuran lebih kecil, sederhana, dan ornamen yang ada terkesan kurang jika dibandingkan dengan candi-candi besar dan banyak dekorasi seperti candi-candi yang berada di Jawa Tengah bagian selatan.

Candi-candi yang berada di Jawa Tengah bagian utara dikelompokkan ke dalam kelompok yang tidak beraturan dengan variasi gaya candi masing-masing, yang berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah bagian selatan dengan desain perwara sebagai candi kecil pelengkap yang seragam.

Di sepanjang relung dan pintu keluar masuk pada candi yang tersisa, digunakan arsitektur topeng kala Jawa paling awal dan dan monster laut Makara.

Bangunan-bangunan Candi Dieng cenderung kecil dan sederhana. 

 

Rute Perjalanan ke Candi Dieng

Untuk bisa sampai ke Candi Dieng, kamu membutuhkan waktu sekitar 50 menit dengan jarak 25,6 kilometer dari pusat Wonosobo jika ingin mengunjungi Candi Arjuna.

Perjalanannya dapat dilalui dengan melewati Jalan Dieng dan Jalan Kejajar-Dieng.

Sedangkan untuk berkunjung ke Candi Bima, kamu membutuhkan waktu sekitar 52 menit dengam jarak 27,2 kilometer dari pusat Wonosobo.

Perjalanannya juga dapat dilalui dengan melewati Jalan Dieng dan Jalan Kejajar-Dieng, sama dengan rute perjalanan ke Candi Arjuna.

 

Itu dia informasi seputar Candi Dieng yang perlu kamu ketahui sebelum datang berkunjung.

Ingin mengunjungi tempat lain di Dieng tetapi belum merencanakannya? LABIRU TOUR menyediakan paket wisata hemat untuk kamu yang berencana untuk liburan di Dieng.