Kawah Ijen, Destinasi Wisata Favorit Para Pendaki

Tour Banyuwangi – Setiap tahunnya, Kawah Ijen berhasil menarik perhatian ratusan ribu wisatawan yang datang berkunjung.

Berdasarkan data yang ada, perharinya, ada sekitar ratusan orang yang datang mengunjungi kawah ini. Bahkan pada akhir pekan, wisatawan yang datang bisa sampai lebih dari 2 ribu orang. Lain lagi saat hari-hari dengan momen tertentu, pengunjung yang datang bisa mencapai 4 ribu lebih per harinya.

Sudahkah kamu menjadi salah satunya?

Terlepas dari sudah atau belumnya, Kawah Ijen menyimpan banyak misteri di balik keindahannya, yang sayang jika tidak dibahas lebih lanjut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas terkait keindahan misterius Kawah Ijen yang merupakan destinasi wisata favorit dari para pendaki.

 

Seputar Kawah Ijen

Credit: The World Travel Guy

Sejak ditetapkan menjadi cagar biosfer oleh UNESCO pada tahun 2016, Kawah Ijen semakin mendunia dan menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara maupun dalam negeri. 

Hal ini tidak lepas dari peran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang juga gencar mempromosikan kawah ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan daerah Banyuwangi.

Kawasan Wisata Kawah Ijen seluas 2.560 hektare ini masuk ke dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, dimana sekitar 92 hektare-nya adalah hutan wisata.

Terletak di puncak Gunung Ijen, yang berada di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso, gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl ini berdampingan dengan Gunung Raung dan Gunung Merapi.

Kawah Ijen terkenal akan Blue Flame-nya, yang muncul karena terdapat tekanan gas yang berinteraksi dengan belerang. Keluarnya H2S di permukaan dengan suhu tinggi ini mengakibatkan adanya api yang berwarna biru. Sehingga dinamai Blue Flame.

 

Credit: Good News From Indonesia

Blue Flame ini yang menjadikan Kawah Ijen menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung, karena wisatawan hanya dapat melihat fenomena ini di 2 tempat, yang pertama adalah di Kawah Ijen ini, dan yang kedua adalah di Islandia.

Dengan adanya belerang, menjadikan kawah ini sebagai kawah paling asam terbesar di dunia. Tingkat keasamannya mendekati nol sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat.

Namun, pada bulan Oktober lalu, kawah ini sempat ditutup dikarenakan adanya kebakaran di kawasan tersebut. Lebih tepatnya, yang ditutup adalah jalur pendakiannya.

 

Sejarah Kawah Ijen

Terbentuk akibat dari proses letusan Gunung Ijen Purba pada 70 ribu tahun yang lalu yang memunculkan kaldera sebesar 15 kilometer, dan kawah ini terbentuk bersama dengan gunung-gunung kecil lain di sekitarnya. Kawah ini dipenuhi air sehingga membentuk sebuah danau kawah yang menakjubkan.

Sebelum terbentuk Kawah Ijen, hanya terdapat gunung besar bernama Ijen purba yang terbentuk sejak 300 ribu tahun lalu. Dimana wilayahnya terletak di 4 kabupaten yaitu Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan juga Jember.

Uniknya, Kawah Ijen ini terletak di tengah kaldera terluas di Pulau Jawa dengan diameter 6 km. Dengan ukuran kawahnya yaitu 960 meter x 600 meter dan kedalaman 200 meter.

 

Pesona Keindahan Kawah Ijen

Dengan suhu sekitar 2 sampai dengan 10 derajat celcius, kawah ini dikelilingi oleh kabut dan asap belerang yang sangat mempesona.

Di kawasan ini juga terdapat beberapa tanaman langka seperti bunga Edelweiss dan Cemara Gunung.

Saat pagi hari, ketika matahari mulai menyinari kawah, akan memperlihatkan pemandangan yang menenangkan karena kawah akan berwarna hijau kebiruan dengan cahaya matahari berwarna keemasan yang memantul di kawah tersebut.

 

Credit: Travel Kompas

Di sekitar lerengnya, terdapat pohon Manisjero yang berwarna kemerahan.

Tidak hanya itu, jika kamu melayangkan pandangan ke arah sekitar, kamu akan menjumpai rangkaian pegunungan seperti Gunung Merapi di sebelah timur, Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Rante, dan sebagainya.

 

Aktivitas Penambang di Kawah Ijen

Credit: Kompas

Selain sebagai destinasi wisata, di kawah ini juga terdapat aktivitas penambangan. Kamu bisa melihatnya jika berkunjung ke sini.

Penambang-penambang ini memanfaatkan belerang yang ada di kawah sebagai penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan keluarga. Sebagian belerang ada yang dijual, sebagian juga ada yang diubah menjadi cenderamata. 

Penambang-penambang ini selain bekerja di tambang, mereka juga biasanya menjadi pemandu wisatawan lho.

 

Rute dan Biaya Masuk ke Kawah Ijen

Untuk dapat mencapai kawah ini, kamu bisa menggunakan dua rute yang tersedia.

Rute pertama yaitu rute Banyuwangi yang merupakan rute terdekat. Dan rute yang kedua yaitu rute Bondowoso. Namun, dari kedua rute tersebut akan sama karena sama-sama berakhir di Paltuding, yang merupakan pintu masuk ke Kawah Ijen.

Kendaraan yang biasa digunakan untuk mencapai kawah adalah kendaraan pribadi yaitu motor dan mobil. Atau juga bisa menggunakan kendaraan umum seperti angkot. Namun harus dipastikan bahwa kamu berhati-hati ya, karena jalanan yang dilewati akan cenderung licin.

Jika kamu adalah wisatawan lokal, kamu cukup merogoh kantong sebanyak Rp5.000,00 pada weekday dan Rp7.500,00 pada weekend atau hari libur untuk masuk ke Kawah Ijen ini. Sedangkan jika kamu wisatawan mancanegara, kamu akan dikenakan tarif sebesar Rp100.000,00 pada weekday dan Rp150.000,00 pada weekend atau hari libur.