5 Tempat Camp Favorit Di Jogja, Yang Terakhir Bisa Sambil Mancing

Paket Tour Jogja – Bosan dengan suasana kota, ingin menikmati alam yang tenang. Bayangin di suatu tempat di hutan yang hijau, kamu duduk di depan api unggun, mendengarkan suara alam yang tenang, dan melihat bintang-bintang di langit malam. 

Rasanya, suasana kota yang heboh seakan jauh terpinggirkan. Pohon-pohon rindang dan sungai yang tenang menjadi teman setia, dan kamu bisa merasakan kesejukan angin yang menyegarkan. 

Camping bisa jadi solusinya. Tidak hanya menawarkan petualangan, tapi juga memberikan kesempatan untuk merasakan kenikmatan alam secara langsung.

Berikut ini 5 tempat favorit buat camping di Jogja.

Bukit Klangon

Credit: Travel Kompas

Bukit Klangon merupakan lokasi yang menarik untuk camping dan wisata. Harga tiket masuk camping sebesar Rp15.000,00 per orang. Lokasinya berada di Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta dan buka selama 24 jam. 

Bukit Klangon menawarkan sensasi bermalam di atas bukit dan menjadi salah satu wisata hits di Sleman. Di kawasan ini juga sudah disediakan mushola, toilet, warung yang buka dari pagi hingga sore dan akses free wifi.

Pantai Kesirat

Credit: Bakpia Kukus Jogja

Buat kamu yang mau camping dengan suasana pantai, tempat ini bisa jadi pilihan kamu. Tempat ini terkenal sebagai spot sunrise dan sunset yang indah. Lokasinya berada di Dusun Karang, Desa Girikarto, Kec. Panggang, Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta 

Yang menarik, kamu bisa camping dan merasakan keindahan itu dengan biaya yang ramah di kantong, hanya Rp10.000,00 per tenda dan biaya retribusi sebesar Rp5.000,00 per orang.

Waduk Sermo

Credit: iNews

Tempat wisata sekaligus tempat camping ini terletak di Dusun Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. 

Tiket retribusi masuk Waduk Sermo dibandrol dengan harga Rp6 ribu per orang. Sementara tiket camping di area Waduk Sermo Rp15.000,00.

Kamu juga bisa menyewa tenda di sana dengan kapasitas 4 orang, harganya Rp50.000,00 untuk satu malam dan biaya parkir untuk motor Rp2.000,00, mobil Rp5.000,00 sedangkan bis Rp10.000,00.

Fasilitas yang ada disediakan seperti area parkir, toilet, sumber listrik, pasokan air bersih, dan juga tempat ibadah. 

Nawang Jagad

Credit: Wisata App

Nawang Jagad adalah tempat berkemah yang berada di lereng Gunung Merapi. Di sini, kamu bisa menikmati spot camping yang dikelilingi oleh bukit Turgo di sisi barat dan bukit Plawangan di sisi timur.

Camp Area VIP harganya Rp35.000,00 per orang, sedangkan untuk anak-anak (maksimal 12 tahun) biayanya Rp17.500,00 per anak. Untuk Camp Area 1-3, harganya Rp25.000,00 per orang, dan biaya untuk anak-anak (maksimal 12 tahun) adalah Rp12.500,00 per anak.

Fasilitas yang disediakan juga lengkap, mulai toilet, mushola, meeting area, dan spot foto yang menarik.

Potrobayan River Camp

Credit: Travel Kompas

Air sungai yang bersih dan luasnya hamparan rumput membuat tempat ini jadi tempat yang cocok buat camping. Selain itu, di sini juga ada tempat-tempat mancing yang enak banget.

Lokasi tempat camping ini tepatnya berada di Srihardono, Kepanewon atau Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Untuk tiket camping dibandrol dengan harga Rp10.000,00 per orang.

Fasilitas yang disediakan terbilang masih minim, ada shelter darurat, wc, tempat parkir dan persewaan tenda. 

Nah, itu dia 5 tempat camp favorit yang ada di Jogja. Kalau kamu tertarik camping dimana nih ?

Baca Juga: 5 Tempat Camping Nyaman di Malang, Cocok untuk Bonding Keluarga

Kawah Ijen, Destinasi Wisata Favorit Para Pendaki

Tour Banyuwangi – Setiap tahunnya, Kawah Ijen berhasil menarik perhatian ratusan ribu wisatawan yang datang berkunjung.

Berdasarkan data yang ada, perharinya, ada sekitar ratusan orang yang datang mengunjungi kawah ini. Bahkan pada akhir pekan, wisatawan yang datang bisa sampai lebih dari 2 ribu orang. Lain lagi saat hari-hari dengan momen tertentu, pengunjung yang datang bisa mencapai 4 ribu lebih per harinya.

Sudahkah kamu menjadi salah satunya?

Terlepas dari sudah atau belumnya, Kawah Ijen menyimpan banyak misteri di balik keindahannya, yang sayang jika tidak dibahas lebih lanjut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas terkait keindahan misterius Kawah Ijen yang merupakan destinasi wisata favorit dari para pendaki.

 

Seputar Kawah Ijen

Credit: The World Travel Guy

Sejak ditetapkan menjadi cagar biosfer oleh UNESCO pada tahun 2016, Kawah Ijen semakin mendunia dan menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara maupun dalam negeri. 

Hal ini tidak lepas dari peran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang juga gencar mempromosikan kawah ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan daerah Banyuwangi.

Kawasan Wisata Kawah Ijen seluas 2.560 hektare ini masuk ke dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, dimana sekitar 92 hektare-nya adalah hutan wisata.

Terletak di puncak Gunung Ijen, yang berada di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso, gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl ini berdampingan dengan Gunung Raung dan Gunung Merapi.

Kawah Ijen terkenal akan Blue Flame-nya, yang muncul karena terdapat tekanan gas yang berinteraksi dengan belerang. Keluarnya H2S di permukaan dengan suhu tinggi ini mengakibatkan adanya api yang berwarna biru. Sehingga dinamai Blue Flame.

 

Credit: Good News From Indonesia

Blue Flame ini yang menjadikan Kawah Ijen menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung, karena wisatawan hanya dapat melihat fenomena ini di 2 tempat, yang pertama adalah di Kawah Ijen ini, dan yang kedua adalah di Islandia.

Dengan adanya belerang, menjadikan kawah ini sebagai kawah paling asam terbesar di dunia. Tingkat keasamannya mendekati nol sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat.

Namun, pada bulan Oktober lalu, kawah ini sempat ditutup dikarenakan adanya kebakaran di kawasan tersebut. Lebih tepatnya, yang ditutup adalah jalur pendakiannya.

 

Sejarah Kawah Ijen

Terbentuk akibat dari proses letusan Gunung Ijen Purba pada 70 ribu tahun yang lalu yang memunculkan kaldera sebesar 15 kilometer, dan kawah ini terbentuk bersama dengan gunung-gunung kecil lain di sekitarnya. Kawah ini dipenuhi air sehingga membentuk sebuah danau kawah yang menakjubkan.

Sebelum terbentuk Kawah Ijen, hanya terdapat gunung besar bernama Ijen purba yang terbentuk sejak 300 ribu tahun lalu. Dimana wilayahnya terletak di 4 kabupaten yaitu Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan juga Jember.

Uniknya, Kawah Ijen ini terletak di tengah kaldera terluas di Pulau Jawa dengan diameter 6 km. Dengan ukuran kawahnya yaitu 960 meter x 600 meter dan kedalaman 200 meter.

 

Pesona Keindahan Kawah Ijen

Dengan suhu sekitar 2 sampai dengan 10 derajat celcius, kawah ini dikelilingi oleh kabut dan asap belerang yang sangat mempesona.

Di kawasan ini juga terdapat beberapa tanaman langka seperti bunga Edelweiss dan Cemara Gunung.

Saat pagi hari, ketika matahari mulai menyinari kawah, akan memperlihatkan pemandangan yang menenangkan karena kawah akan berwarna hijau kebiruan dengan cahaya matahari berwarna keemasan yang memantul di kawah tersebut.

 

Credit: Travel Kompas

Di sekitar lerengnya, terdapat pohon Manisjero yang berwarna kemerahan.

Tidak hanya itu, jika kamu melayangkan pandangan ke arah sekitar, kamu akan menjumpai rangkaian pegunungan seperti Gunung Merapi di sebelah timur, Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Rante, dan sebagainya.

 

Aktivitas Penambang di Kawah Ijen

Credit: Kompas

Selain sebagai destinasi wisata, di kawah ini juga terdapat aktivitas penambangan. Kamu bisa melihatnya jika berkunjung ke sini.

Penambang-penambang ini memanfaatkan belerang yang ada di kawah sebagai penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan keluarga. Sebagian belerang ada yang dijual, sebagian juga ada yang diubah menjadi cenderamata. 

Penambang-penambang ini selain bekerja di tambang, mereka juga biasanya menjadi pemandu wisatawan lho.

 

Rute dan Biaya Masuk ke Kawah Ijen

Untuk dapat mencapai kawah ini, kamu bisa menggunakan dua rute yang tersedia.

Rute pertama yaitu rute Banyuwangi yang merupakan rute terdekat. Dan rute yang kedua yaitu rute Bondowoso. Namun, dari kedua rute tersebut akan sama karena sama-sama berakhir di Paltuding, yang merupakan pintu masuk ke Kawah Ijen.

Kendaraan yang biasa digunakan untuk mencapai kawah adalah kendaraan pribadi yaitu motor dan mobil. Atau juga bisa menggunakan kendaraan umum seperti angkot. Namun harus dipastikan bahwa kamu berhati-hati ya, karena jalanan yang dilewati akan cenderung licin.

Jika kamu adalah wisatawan lokal, kamu cukup merogoh kantong sebanyak Rp5.000,00 pada weekday dan Rp7.500,00 pada weekend atau hari libur untuk masuk ke Kawah Ijen ini. Sedangkan jika kamu wisatawan mancanegara, kamu akan dikenakan tarif sebesar Rp100.000,00 pada weekday dan Rp150.000,00 pada weekend atau hari libur.

Pesona Pulau Seribu Masjid, Eksplorasi Wisata Favorit di Lombok

Tour Lombok – Kamu ingin berlibur dengan nuansa alam surgawi? Lombok jawabannya. Pulau Lombok memiliki julukan Pulau Seribu Masjid karena banyaknya masjid yang tidak terhitung di pulau ini. Selain Pulau Seribu Masjid, Pulau Lombok juga dikenal dengan wisata halalnya karena mayoritas penduduknya adalah orang muslim.

Lombok merupakan permata eksotis di Nusa Tenggara Barat, pulau yang banyak diminati wisatawan asing maupun mancanegara. Keindahan alam dan budaya pulau Lombok menjadi alasan wisatawan untuk mengunjungi. Kamu ingin berkunjung ke Lombok? Yuk, kita lihat tempat wisata favorit yang bisa kamu datangi.

 

 

Gunung Rinjani

Credit: Liputan6

Gunung Rinjani adalah gunung berapi yang memiliki pesona megah dengan puncak tertinggi di Pulau Lombok. Kamu yang mengunjungi kawasan ini akan melihat betapa indah dan kayanya alam Pulau Lombok. Kawasan ini menjadi incaran para pendaki gunung.

Kamu yang ingin mengunjungi tempat ini perlu menyiapkan kesehatan, stamina, dan juga mental. Gunung ini memiliki beberapa rute yang bisa dipilih melalui jalur Semeru, Sembalun, atau Torean. Saat di puncak, kamu akan melihat danau kawah yang memukau dengan Gunung Barujari yang aktif menghiasi tengah danau.

 

Desa Sembalun

Credit: Portal Informasi Indonesia

Sembalun adalah desa yang berada di lereng timur Gunung Rinjani. Di desa yang menjadi pintu gerbang untuk menjelajahi keindahan Gunung Rinjani ini, kamu akan melihat pemandangan spektakuler dengan panorama lembah hijau subur, perkebunan buah, dan ladang pertanian.

Untuk kamu yang tidak sanggup untuk mendaki Gunung Rinjani, kamu bisa mengunjungi Sembalun ini karena aksesnya yang mudah. Selain itu, kamu juga bisa berinteraksi dengan masyarakat Suku Sasak sehingga kamu bisa mendapat wawasan tentang budaya dan kehidupan sehari-hari dari masyarakat Sasak langsung.

 

Gili Trawangan

Credit: Paket Tour Lombok

Gili Trawangan adalah salah satu pulau kecil yang menawarkan kombinasi pasir putih dengan air laut yang jernih. Kamu perlu menggunakan boat kecil untuk sampai ke pulau ini. Selain bersantai, kamu bisa melakukan snorkeling, bersepeda, atau menaiki kereta kuda.

Kamu mencari ketenangan? Tentu Gili Trawangan menjadi opsi pertama untuk menikmati suasana tenang dibalut dengan keindahan alam, karena di pulau ini kamu tidak akan menemukan kendaraan bermotor.

Saat malam hari, di pulau ini banyak hiburan dengan adanya music live, pertunjukkan api, ataupun pesta hingga larut malam. Kamu pasti akan menyukai saat-saat menunggu sunset untuk menikmati spot pemandangan ini.

 

Desa Sade

Credit: Kompas

Desa Sade adalah desa yang ditinggali masyarakat asli dari Suku Sasak. Desa ini masih kental dengan budaya dan tradisi Sasak. Kamu bisa belajar sambil mengeksplor kehidupan masyarakat lokal. Desa ini terkenal dengan Rumah Tradisional Lumbung yang dibangun dengan teknik khas Suku Sasak.

Selain itu, kamu bisa mencicipi makanan tradisional seperti ayam taliwang, sate rembiga yang tentu rasanya tidak bisa kamu temukan di mana saja. Kamu yang ingin memiliki kenangan dengan Desa Sade, bisa membeli kain tenun ikat atau kerajinan tangan seperti anyaman bambu dan keramik.

 

Baca juga: 10 Pantai Terindah di Lombok, Wajib Nih Masuk Bucket List Kamu!

 

Air Terjun Benang Kelambu

Credit: Pegipegi

Air Terjun Benang Kelambu adalah salah satu keajaiban alam tersembunyi yang memukau. Air Terjun ini memiliki dua tingkatan utama yang mengalir dari ketinggian yang cukup tinggi. Saat mengunjungi tempat ini, kamu akan dikelilingi dengan hutan lebat yang hijau.

Kamu bisa berenang atau merendam tubuh di air terjun ini. Dengan air yang jernih juga suara gemericik air, membawa ketenangan dan menjauh dari hiruk-pikuk kota. Air Terjun Benang Kelambu memiliki akses yang mudah, dapat diakses dengan mengikuti jalur setapak. Namun, kamu tetap harus waspada dan berhati-hati, terutama saat musim hujan karena jalan menjadi licin.

 

Pantai Selong Belanak

Credit: Rental Mobil Lombok

Pantai Selong Belanak menawarkan pesona pasir putih dengan ombak tenang yang akan memikat kamu. Kamu bisa berenang, surfing atau paddleboarding. Dihiasi pemandangan yang spektakuler ke arah laut, ditambah bukit hijau dan hamparan pantai yang membentuk lanskap, menjadikan pengalaman ke pantai ini sebagai ketenangan dalam diri.

Kamu juga bisa menikmati sunset di Pantai Selong Belanak. Saat sedang menikmati sunset, kamu juga menikmati hidangan lezat yang dijual di warung sekitar Pantai.

 

Bukit Merese

Credit: Tripadvisor

Bukit Merese menawarkan pemandangan yang memukau ke arah Samudra Hindia. Dari puncak, kamu akan menikmati pemandangan luas samudra yang menghadap ke selatan. Kawasan ini menjadi favorit para fotografer untuk mengabadikan keindahan alam sekitar.

Bukit Merese sangat cocok untuk pendaki pemula. Dengan jalur pendakian yang ramah, kamu juga bisa menikmati sunset di atas bukit dan mencoba paralayang yang memiliki sensasi tersendiri tidak terlupakan.

 

Pantai Semeti

Credit: Your Trip

Pantai Semeti adalah pantai eksotis yang belum banyak dikunjungi wisatawan jika dibandingkan dengan pantai populer lain di Lombok. Pantai ini memiliki ciri khas pasirnya yang berwarna merah. Pasirnya yang merah ini kontras dengan batu laut yang tersebar di pantai.

Kamu mencari ketenangan? Tentu Pantai Semeti menjadi pilihan yang tepat, dengan suara deburan ombak, dan diiringi pengalaman yang luar biasa untuk mencapainya menjadikan pantai ini sebagai destinasi yang cocok untuk dikunjungi.