Keliling Dunia dalam Satu Lokasi di Nicole’s River Park Bogor

Tour BogorBogor bukan hanya dikenal masyarakat dengan berbagai destinasi wisata alam dengan pemandangan yang mempesona, tetapi juga karena berbagai destinasi wisata yang cocok sebagai tempat rekreasi keluarga dan edukasi. Baik berupa destinasi alami ataupun destinasi buatan, semuanya berhasil mencuri perhatian wisatawan.

Salah satunya adalah Nicole’s River Park. Sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Bogor jika mendengar nama destinasi satu ini. Saking terkenalnya karena bisa memberikan sensasi keliling dunia hanya di dalam satu lokasi, Nicole’s River Park tentu wajib masuk kedalam bucket list destinasi yang harus dikunjungi jika berada di Bogor. 

 

 

Daya Tarik dan Wahana

Destinasi wisata buatan yang mengusung tema “One Stop Recreation Park” ini menawarkan miniatur landmark dari berbagai negara dan disertai berbagai wahana permainan dan edukasi. Hal ini juga menjadikan Nicole’s River Park sebagai lokasi yang diburu masyarakat untuk hunting foto dengan latar estetik.

Apa saja yang dapat kamu temukan jika berkunjung ke Nicole’s River Park? Ini dia beberapa daya tarik Nicole’s River Park yang dijamin akan membuat kamu jatuh cinta.

 

Nicole’s Castle

Credit: Fenesia

Wahana satu ini adalah sebuah bangunan kastil bergaya Eropa yang menjadi  icon dari Nicole’s River Park. Didominasi dengan warna kuning keemasan dan atau berwarna hijau, kamu akan merasakan sensasi berada di negeri dongeng saat melihat kastil ini.

Suasana abad pertengahan Eropa di kastil ini semakin terasa dengan keberadaan prajurit besi yang berdiri seakan menjaga pintu masuk kastil. Ada yang berdiri tegak, dan ada pula yang sedang mengacungkan pedang seakan memperingatkan sesuatu pada pengunjung.

 

Deep Sea

Credit: Olret – Viva

Seperti namanya, wahana satu ini adalah wahana dimana kamu bisa melihat hewan-hewan yang mendiami lautan. Di kawasan ini, kamu bisa melihat berbagai macam satwa yang tinggal di dalam lautan, mulai dari yang biasa kita lihat, maupun hewan-hewan dengan tampilan unik.

Wahana ini cocok sebagai tempat edukasi anak-anak karena mereka akan diajak mengenal lebih jauh penghuni bawah laut. Sebagai pelengkap, kamu juga akan melihat miniatur bajak laut di wahana ini. Tentu akan membuat pengunjung dari kalangan anak-anak semakin antusias bukan?

 

Magic Forest

Credit: Travelandworld

Yup, seperti namanya, wahana berbentuk hutan ini mengusung tema sihir selayaknya hutan-hutan sihir di negeri dongeng. Wahana ini dipenuhi dengan miniatur pohon-pohon dengan pencahayaan yang membuat nuansa sihirnya semakin terasa.

Selain itu, kamu juga akan melihat deretan jamur ang memenuhi permukaan hutan. Sebagai informasi tambahan, jamur-jamur dengan berbagai ukuran inilah ciri khas dari wahana Magic Forest.

 

Santorini

Credit: Sewaktu

Wahana satu ini mengusung tema Santorini, Yunani. Kamu akan menemukan bangunan berupa rumah berwarna putih dan biru yang terlihat mencolok karena warnanya yang cerah.

Meskipun tidak benar-benar berada di pesisir pantai seperti aslinya, kamu bisa merasakan kehangatan Santorini ketika melihat keseimbangan perpaduan warna dan bentuk bangunan wahana ini.

 

Korean Street

Credit: Jajan Dolan

Wahana ini bisa menjadi pilihan tepat jika kamu adalah penikmat budaya Korea. Tempat yang mengusung konsep jalanan Korea ini sengaja didesain untuk menampilkan situasi jalanan Korea yang autentik.

Tempat ini juga dilengkapi dengan lampu-lampu khas daerah perkotaan Korea yang meriah. Tentunya menampilkan gambaran seru bagi kamu pecinta budaya Korea yang belum memiliki kesempatan langsung mengunjungi Negeri Ginseng ini.

 

Chinatown

Credit: Travel Blog Booking To Go

Pada bagian ini, kamu akan disuguhkan pemandangan tempo dulu dari negara China. Kamu bisa menemukan deretan bangunan yang sarat dengan nuansa Tionghoa yang didominasi dengan warna merah.

Selain pemandangan suasana perkotaan China pada masa dahulu, kamu juga akan disuguhkan pemandangan miniatur ornamen iconic China. Apa lagi kalau bukan Tembok besar China, yang dibawahnya mengalir sungai dengan air yang jernih.

 

Kawasan Ala Jepang

Credit: Tribun Bogor

Kamu akan disuguhkan pemandangan jembatan kayu dan gerbang kuil ala Jepang yang dikenal dengan nama Torii. Selain itu, kamu akan menemukan deretan rumah bernuansa Jepang di tempat ini. Bahkan ada sebuah sudut yang menghadirkan lingkungan penuh salju khas musim dingin Jepang yang tidak bisa kamu lewatkan.

Asyiknya lagi, kamu bisa berfoto dan berkeliling wahana sambil memakai kimono yang dapat kamu sewa. Dijamin nuansa Jepang yang kamu rasakan akan semakin kentara karenanya.

 

Mini Zoo

Credit: Native Indonesia

Karena ukurannya yang mini, yang ada di kebun binatang mini ini hanyalah golongan hewan-hewan mungil sampai ukuran sedang  yang jinak seperti kelinci, rusa tutul, burung hantu, ayam brahma, kambing ceko, ular, musang, dan iguana. Keberadaan Mini Zoo ini tentu saja menjadi favorit anak-anak yang berkunjung.

Kamu bisa memberi makan hewan-hewan ini dan melakukan interaksi dengan mereka. Tentu saja makanan untuk memberi makan hewan-hewan sudah disediakan oleh pengelola. Kamu juga dipersilahkan memegang hingga menggendong hewan-hewan lucu ini.

 

Wahana Permainan

Credit: Ova Journey

Selain wahana-wahana santai di atas, kamu bisa memilih untuk mencoba berbagai wahana permainan yang tersedia di Nicole’s River Park. Ada berbagai wahana yang bisa kamu coba, diantaranya ada komidi putar mini, sepeda udara, flying fox, chair spin, dan mini roller coaster.

Tidak perlu khawatir karena ada beberapa wahana yang bisa dinikmati oleh anak-anak. Anak-anak yang berkunjung ke Nicole’s River Park bisa mencoba komidi putar mini, roller coaster mini dan juga chair spin.

 

Nicole’s Chocolaterie

Credit: Instagram

Nicole’s Chocolaterie adalah pabrik cokelat yang ada di Nicole’s River Park. Di tempat ini, kamu akan dimanjakan dengan berbagai olahan cokelat dengan cita rasa yang tidak perlu diragukan lagi.

Harga dari olahan cokelat di Nicole’s Chocolaterie dimulai dari Rp40.000,00. Nah, ada berita baik untuk pengunjung anak-anak nih, Nicole’s Chocolaterie akan membuka dan menyediakan wisata edukasi pembuatan cokelat dalam waktu dekat.

 

 

Baca Juga: Dino Park Jatim Park 3 di Malang, Asik Buat Liburan Akhir Pekan

 

 

Lokasi dan Jam Operasional

Credit: Okezone Travel

Nicole’s River Park berlokasi di Jalan Yara Puncak – Cianjur No. 57, Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Bogor. Kamu dapat melewati Tol Jagorawi untuk mencapai destinasi wisata ini. Dari Tol Jagorawi, Keluar di Taman Safari atau Puncak atau Bandung kemudian lanjutkan ke Jalan Raya Puncak Cianjur. Nah, Nicole’s River Park berada di kiri jalan.

Catat juga jam buka Nicole’s River Park ya untuk mempermudah rencana kunjunganmu. Tempat wisata ini beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB ketika weekdays dan mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB ketika weekend.

 

Fasilitas

Credit: Tribun Bogor

Sebagai sebuah destinasi wisata terkenal yang sudah banyak dikunjungi masyarakat, Nicole’s River Park dilengkapi berbagai fasilitas yang menunjang kenyamanan pengunjung, diantaranya: 

  • Lahan parkir
  • Mushola
  • Toilet
  • Restoran dan cafe
  • Tempat penyewaan kostum (kimono, gaun disney princess)
  • Factory outlet
  • Nicole’s Chocolaterie

 

Harga Tiket Masuk

Credit: Zona Bogor

Harga tiket masuk Nicole’s River Park terdiri dari tiket masuk biasa atau reguler dan tiket masuk terusan atau tiket yang termasuk dengan wahana. berikut daftar tiketnya: 

  • Tiket masuk reguler, Rp30.000,00 ketika weekdays dan Rp40.000,00 ketika weekend.
  • Nicole’s Castle, Rp30.000,00 ketika weekdays dan Rp40.000,00 ketika weekend.
  • Tiket masuk + Nicole”s Castle, Rp55.000,00 ketika weekdays dan Rp75.000,00 ketika weekend.
  • Tiket masuk terusan A (tiket masuk + Nicole’s Castle + spot foto), Rp110.000,00 saat weekdays dan Rp125.000,00 saat weekend.
  • Tiket masuk terusan B (tiket masuk + Nicole’s Castle + spot foto), Rp150.000,00 saat weekdays dan Rp165.000,00 saat weekend.

 

Itu dia beberapa hal yang mungkin perlu kamu ketahui sebagai informasi sebelum berkunjung ke Nicole’s River Park. Tunggu apa lagi? Ayo berkunjung dan rasakan sensasi menjelajahi dunia dan dimensi dalam satu lokasi!

Baca Juga: 6 Hotel Mewah Terbaik di Bogor, Cakep Banget Buat Luxury Staycation

Mengenal 6 Tradisi Suku Toraja yang Unik dan Terkenal di Dunia

Trip Makassar – Indonesia memiliki sejuta budaya yang berbeda-beda disetiap daerahnya. Hal ini menjadi salah satu pesona lain dari Indonesia selain keindahan alamnya yang memanjakan mata. Setiap daerah ini sendiri memiliki beragam tradisi dan budaya yang menarik, yang tak jarang menjadi ciri khas daerah yang bersangkutan. Salah satunya adalah budaya masyarakat Suku Toraja. Seperti yang diketahui, kalau Toraja memiliki beberapa destinasi indah yang menjadi opsi kuat jika berwisata ke Makassar. Bukan hanya itu, rupanya wisatawan juga tertarik pada pesona budaya Suku Toraja yang unik karena memiliki daya tarik tersendiri lantaran tradisinya yang memiliki nuansa mistiknya tersendiri.

Nah, apa saja tradisi-tradisi itu?

 

Rambu Solo’

Credit: Indonesia Kaya

Berbicara tentang tradisi masyarakat Suku Toraja, tentu saja harus ada tradisi Rambu Solo’ di dalamnya. Tradisi Rambu Solo’ ini merupakan tradisi pemakaman ala Suku Toraja yang dilakukan untuk menghormati sekaligus sebagai upacara pengantaran arwah menuju akhirat melalui serangkaian ritual dan doa.

Ritual yang dilakukan itu sendiri berupa pertunjukan seni, adu kerbau, hingga mengantarkan jenazah. Bukan hanya berlangsung selama sehari, tradisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari, tergantung status sosial keluarga yang menyelenggarakan Rambu Solo’ ini.

Biaya yang dihabiskan untuk menyelenggarakan upacara ini pun tidak bisa dibilang sedikit. Semakin kaya keluarga yang bersangkutan, maka biaya yang dikeluarkan pun akan semakin besar. Kemeriahan serta banyaknya ritual sepanjang tradisi Rambu Solo’ inilah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang berkunjung.

 

Ma’nene’

Credit: Hendralapimendaun

Ma’Nene’ merupakan tradisi yang diadakan tiap 3 tahun sekali setelah panen besar di bulan Agustus, yang menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Tana Toraja. Sebagai tradisi yang dilakukan terhadap orang yang sudah meninggal, tradisi ini cukup unik.

Pasalnya, pada tradisi ini, Jasad yang sudah dikuburkan akan dikeluarkan oleh sanak keluarganya. Untuk apa? Pada tradisi ini, jasad yang dikeluarkan dari petinya ini akan dibersihkan, didandani selayaknya masih hidup oleh anak cucu dari jasad yang bersangkutan.

Selama proses pembersihan berlangsung, kaum laki-laki akan membentuk lingkaran sambil menyanyikan lagu-lagu yang melambangkan kesedihan dan kenangan akan kehidupan jasad yang bersangkutan sebelum meninggal yang bertujuan untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan.

Untuk menyelenggarakan tradisi ini memakan biaya yang tidak sedikit karena termasuk dalam kategori acara besar, sehingga seringkali yang menyelenggarakan tradisi ini merupakan keluarga yang memiliki status tinggi atau masuk dalam kategori bangsawan.

 

Sisemba’

Credit: DuniaArt

Tradisi ini merupakan tradisi permainan adu kaki yang biasanya dilakukan oleh anak-anak hingga orang dewasa. Biasanya, tradisi ini dilakukan di lapangan atau tempat teruka pada saat merayakan panen raya. Pemain dari Sisemba’ ni terdiri dari dua kubu yang berasal dari dua desa yang bersebelahan, dimana satu tim terdiri dari 2 orang yang saling berpegangan ketika permainan dimulai.

Cara bermainnya seperti definisi tradisi ini, yaitu menggunakan kaki. tepatnya, ketika permainan dimulai, kedua kubu akan bergerak maju dan melayangkan tendangan pada kubu lawan. Di dalam permainan ini, terdapat beberapa orang yang berperan sebagai wasit yang bertugas untuk menegur, melerai, atau menghentikan permainan.

Apabila ada pemain yang cedera atau berbuat curang. Ada lagi peraturan dalam permainan ini, dimana peserta yang terlepas dari partner atau rekan satu timnya tidak boleh diserang. Memang terkesan brutal, tapi di permainan ini ditekankan bahwa tidak boleh ada dendam setelah permainan. Juga sebenarnya jarang ada kejadian dimana ada peserta permainan yang cedera selama melakukan permainan ini.

 

Silaga Tedong

Credit: Otwnesia

Tradisi ini merupakan acara adu kerbau yang adalah salah satu acara dalam rangkaian acara Rambu Solo’.Biasanya acara ini dilaksanakan di lapangan yang basah dan becek, atau di area sawah yang berlumpur. Sebagai ketentuan, kerbau-kerbau yang diadu ini merupakan kerbau-kerbau pilihan yang berasal dari jenis-jenis tertentu dengan harga jual yang sama sekali tidak mendekati kata murah.

Tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai hiburan bagi keluarga yang berduka. selain itu, acara ini juga menjadi acara pertunjukan bagi para pelayat yang datang yang tidak tanggung-tanggung, jumlahnya bisa mencapai ratusan orang.

 

Baca Juga : Dino Park Jatim Park 3 di Malang, Asik Buat Liburan Akhir Pekan

 

Tinggoro Tedong

Credit: YouTube

Sama halnya dengan Silaga Tedong, Tradisi Tinggoro tedong ini termasuk dalam rangkaian acara Rambu Solo’. Di tradisi ini akan dipertontonkan prosesi penyembelihan kerbau yang dilakukan dengan sekali tebas saja menggunakan parang.

menurut kepercayaan leluhur masyarakat Toraja, atau yang disebut sebagai Aluk Todolo oleh masyarakat setempat, kerbau merupakan hewan tunggangan bagi arwah jenazah untuk menempuh perjalanan menuju puya atau alam akhirat. Masyarakat Setempat mempercayai roh kerbau yang dikorbankan ini akan menemani arwah orang meninggal yang bersangkutan menuju ke alam akhirat.

 

Rompo Bobo Bonang, Rompo Karoeng, & Rompo Allo

Credit: TondokToraya

Adalah upacara yang dilakukan untuk melangsungkan pernikahan. terdapat 3 jenis dari upacara ini sesuai namanya, dimana yang pertama ada Rompo Bobo Bonang, Rompo KaroEng, dan yang terakhir adalah Rampo Allo.

Rompo Bobo Bonang adalah upacara yang tata caranya paling sederhana, dimana keluarga mempelai pria beserta mempelai pria akan mendatangi keluarga mempelai wanita. Orang tua mempelai wanita akan menyambut kedatangan mereka dan diadakanlah perjamuan makan bersama. Lalu, keluarga mempelai pria akan kembali pulang dan meninggalkan mempelai pria yang akan tetap tinggal di rumah mempelai wanita.

Berikutnya ada Rompo KaroEng, yang sebenarnya memiliki urutan yang sama dengan Rompo Bobo Bonang, tetapi dibedakan pada saat perjamuannya saja. pada Rompo KaroEng ini, sebelum acara perjamuan, rombongan keluarga mempelai pria akan disuruh menunggu terlebih dahulu di lumbung.

Kemudian, Rampo Allo adalah upacara pernikahan yang paling mewah. perayaan pernikahan ini bisa diadakan selama beberapa hari dan dengan acara yang cukup meriah. Biasanya upacara Rompo Allo ini hanya dilakukan oleh para bangsawan atau keluarga yang berstatus sosial tinggi saja.

Itulah beberapa tradisi masyarakat Toraja yang terkenal hingga ke luar negeri. yang mana yang ingin anda lihat secara langsung?

Tempat Wisata di Malang Vibes Luar Negeri. Berasa Keliling Dunia!

Trip Malang – Anda ingin berkeliling dunia tapi tidak memiliki budget yang mencukupi? Tidak perlu khawatir karena anda bisa merasakan sensasi singgah di beberapa negara dunia tanpa perlu keluar negeri.

Di Malang, ada beberapa destinasi wisata yang dapat membawa anda merasakan rasanya keliling dunia. Mulai dari Jepang, hingga Brazil. Dimana saja destinasi wisata itu? Simak artikel berikut ini.

 

Tanaka Waterfall

Credit: TripAdvisor

Siapa yang tidak tahu Jepang? Negara yang mendapat julukan Negeri Matahari Terbit ini menjadi salah satu negara impian masyarakat Indonesia. Tidak perlu menghabiskan banyak biaya untuk terbang ke Jepang, Anda bisa merasakan suasana berada di jepang di Tanaka Waterfall.

Tanaka Waterfall berlokasi di Dusun Arjomulyo, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Di sini, Anda bisa menikmati berbagai ornamen ala Jepang seperti lampion, umbul-umbul dengan desain yang khas, bahkan Anda bisa menikmati hiasan bunga sakura buatan yang tersebar di sepanjang aliran sungai Tanaka Waterfall yang lebarnya 6 meter ini.

Selain berbagai ornamen khas Nippon dan jembatan penyebrangan dengan corak khas, ada cafe Keceh yang bisa Anda kunjungi. Seperti namanya yang berarti bermain air, disini Anda bisa menikmati makanan sambil merasakan dinginnya air yang melewati sela-sela jari kaki.

 

Magic Journey (Malang Night Paradise)

Malang Night Paradise

Malang Night Paradise (Credit: Tiket)

Jika Tanaka Waterfall terkenal dengan suasana Jepangnya, Magic Journey yang merupakan salah satu wahana di Malang Night Paradise ini terkenal karena menampilkan suasana dari berbagai negara. Dalam satu waktu, Anda bisa menikmati suasana berbagai negara dalam balutan lampu-lampu cantik.

Sebagai salah satu wahana sungai buatan terpanjang di Jawa Timur, Magic Journey menawarkan suasana yang indah untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang. Harga tiket masuknya yang terjangkau menjadi faktor lain yang mengundang wisatawan datang berkunjung.

Selain suasana berbagai negara yang bisa dinikmati dalam bentuk lampu-lampu berbagai ukuran dan bentuk, Anda akan merasakan suasana Venesia, Italia. Kapan lagi merasakan suasana Italia tanpa harus jauh-jauh kesana?

Baca Juga: 5 Villa Terbaik di Dieng, Cocok Buat Staycation Bareng Keluarga

 

San Terra Delaponte

Credit: Ikromzain

San Terra Delaponte adalah tempat wisata yang menyediakan taman bunga dengan berbagai jenis bunga yang sangat indah. Mengusung konsep gabungan replika bangunan seperti Little Korea dan juga Belanda, San Terra Delaponte adalah tempat yang sangat cocok jika dijadikan spot foto.

Destinasi wisata ini terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Malang dan berada dekat dengan tempat wisata Taman Kelinci. Cukup membayar dengan harga sebesar Rp25.000,00 bagi orang dewasa dan Rp20.000,00 untuk anak-anak, Anda sudah bisa berkeliling di San Terra Delaponte.

Bukan hanya pemandangan gabungan antara Korea dan Belanda yang bisa dinikmati, di tempat ini Anda bisa menyewa hanbok atau pakaian tradisional Korea untuk berfoto. Cukup mengeluarkan tambahan uang sebesar Rp30.000,00 hingga Rp50.000,00 Anda sudah bisa menggunakan hanbok dengan durasi 30 menit.

 

Labirin Coban Rondo

Credit: AmazingMalang

Labirin ini akan membuat Anda merasa berada di istana Hampton Court Palace, Inggris. Mengusung konsep tanaman hijau ini memiliki tinggi kurang lebih 2 meter yang sebenarnya tidak terlalu besar, tapi selalu berhasil menarik wisatawan.

Selain labirin menyesatkan yang menjadi daya tarik utama destinasi ini, Labirin Coban Rondo juga memiliki opsi lain sebagai wahana yakni flying fox, ATV, panahan, paintball, juga ada beberapa pilihan kegiatan santai seperti memberi makan ikan dan bersepeda. Di tempat ini juga anda dapat berfoto ria.

Tempat Wisata yang masih satu kawasan dengan Air Terjun Coban Rondo berlokasi di Jurangjero, Pandesari, Pujon, Malang. Tempat ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki jiwa petualang dan ingin menantang diri sendiri.

Tidak perlu khawatir akan tersesat, ada sebuah menara yang yang dapat digunakan untuk melihat labirin dari atas. Anda bisa menunjuk salah satu teman anda sebagai pemandu di menara ini jika anda datang secara berkelompok. Cukup membayar sebesar Rp20.000,00 anda bisa menikmati sensasi menyusuri Labirin Coban Rondo.

 

Taman Kelinci Hobbit Pujon

Credit: WisataMalangku

Seperti namanya, Taman Kelinci Hobbit Pujon menampilkan bangunan dengan tema film The Hobbits. Cukup dengan Rp5.000,00 Anda bisa memasuki kawasan taman kelinci ini dan berfoto dengan latar bangunan serupa rumah Hobbit.

Bukan hanya berfoto dan bermain dengan kelinci, di Taman Kelinci Hobbit Pujon ini Anda juga bisa memetik strawberry. Anda sekadar nongkrong santai di Pondok Olahan Susu dan Kampong Cafe.

 

Kampung Warna-Warni Jodipan

Credit: Flores.Borneo

Kampung Warna Warni Jodipan terletak di Gang 1, Desa Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kampung ini akan memberikan vibes Brazil, tepatnya vibes Santa Marta Favela. Anda akan disuguhkan spot foto instagramable di berbagai sudut saat berkunjung ke sini.

Kampung ini memiliki 2 wilayah, yaitu Kampung Jodipan dan Kampung Tridi, dimana kedua kampung ini dihubungkan dengan jembatan kaca Ngalam. Di Kampung Warna-Warni Jodipan ini, Jembatan Ngalam adalah daya tarik lain selain Kampung warna-warni itu sendiri.

Fasilitas di tempat wisata ini cukup memadai dengan adanya tempat parkir, kios-kios milik warga, toilet umum, juga pedagang makanan dan minuman. Cukup mengeluarkan uang sebesar Rp3.000,00 anda sudah bisa berkeliling di Kampung Warna-Warni Jodipan setelah menerima tiket masuk berupa stiker.

Jadi, bagaimana? Sudah siap berkeliling dunia dengan biaya ramah dompet?