Eksplorasi Keindahan Desa Ngadas di Puncak Gunung Bromo

Tour Malang – Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan keindahan alam menyimpan sejuta pesona di setiap sudutnya.

Mulai dari destinasi wisata alamnya hingga desa wisatanya selalu sukses menarik wisatawan untuk datang berkunjung.

Salah satu destinasi yang mencuri perhatian adalah Desa Ngadas, sebuah permata tersembunyi yang terletak di puncak Gunung Bromo. Desa ini bukan hanya sekadar destinasi wisata biasa, melainkan juga menyimpan kekayaan budaya dan alam yang menakjubkan.

Jika kamu berminat mengunjungi desa wisata ini, simak artikel berikut sampai habis.

 

Lokasi dan Geografi Desa Ngadas

Credit: Desa Bisa

Desa Ngadas yang terletak di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut, menjadikannya sebagai salah satu desa tertinggi di Jawa Timur.

Terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), desa ini dikelilingi oleh hamparan hijau dan udara segar yang menyegarkan.

Akses menuju desa ini dapat ditempuh dari Probolinggo atau Pasuruan melalui perjalanan yang membelah hamparan kebun sayur yang hijau.

 

Keadaan Alam yang Memukau

Credit: Mongabay

Desa Ngadas memukau setiap mata yang melihat dengan pesona alamnya yang memanjakan indera. Perbukitan hijau, hamparan bunga-bunga warna-warni, dan udara sejuk menjadi daya tarik utama desa ini.

Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Bromo yang megah, Gunung Semeru yang menjulang, dan keindahan alam sekitarnya. Sinar matahari yang terbit di ufuk timur menjadi momen magis yang sayang untuk dilewatkan.

 

 

Baca Juga: 5 Kuliner Khas yang Wajib Dicicipi Ketika Berkunjung ke Bromo

 

 

Keunikan Desa Ngadas

Credit: ExoVillage

Desa Ngadas memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dari destinasi wisata lainnya. Salah satu keunikan yang mencolok adalah adanya kebun sayur organik yang tersebar di sepanjang desa. Penduduk setempat menjaga keberlanjutan lingkungan dengan menerapkan pertanian berkelanjutan dan memanfaatkan lahan secara efisien.

 

Selain itu, Desa Ngadas juga terkenal dengan rumah adatnya yang khas. Rumah-rumah bergaya Tengger dengan atap alang-alang memberikan nuansa tradisional yang kental. Hal ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal dan warisan leluhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat desa.

 

Suku Tengger, Penjaga Tradisi dan Kebudayaan

Credit: Mongabay

Desa Ngadas dihuni oleh suku Tengger, salah satu suku yang memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang mendalam. Suku Tengger dikenal sebagai penjaga tradisi dan kearifan lokal yang turun-temurun diwariskan dari generasi ke generasi. Bahasa Tengger, yang masih digunakan oleh masyarakat setempat, menjadi identitas budaya yang memperkuat jati diri mereka.

Kepercayaan masyarakat Tengger terhadap roh alam juga mencirikan keunikan budaya mereka. Upacara adat dan ritual keagamaan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Desa Ngadas sebagai tempat yang kaya akan nilai-nilai keagamaan dan spiritual.

 

Kearifan Lokal dan Kehidupan Masyarakat

Credit: Mongabay

Desa Ngadas mempertahankan pola hidup yang harmonis dengan alam. Masyarakatnya dikenal sebagai petani yang gigih dan menjunjung tinggi nilai gotong-royong. Pertanian tradisional tetap menjadi mata pencaharian utama, di mana masyarakat saling membantu dalam proses bercocok tanam dan panen.

Keseharian masyarakat Desa Ngadas juga diwarnai oleh kesenian dan kerajinan tangan. Seni tari dan musik tradisional sering ditampilkan dalam upacara-upacara adat, sementara kerajinan tangan seperti anyaman bambu dan kain tenun menjadi produk unggulan sebagai hasil keahlian warisan leluhur.

 

Desa Ngadas bukan hanya destinasi wisata biasa, melainkan perpaduan harmonis antara keindahan alam dan kearifan lokal. Dengan keunikan budaya suku Tengger, keadaan alam yang memukau, serta kehidupan masyarakat yang mengedepankan nilai-nilai tradisional, Desa Ngadas menjadi destinasi yang layak dikunjungi oleh para wisatawan yang mencari pengalaman yang mendalam dan bermakna.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi kecantikan Desa Ngadas, di mana alam dan budaya saling bersatu membentuk kisah yang tak terlupakan.

Jadi, sudah siapkah kamu berkunjung ke sini?

 

Baca Juga: 12 Wisata Bromo Tengger Semeru, Berburu Spot Ciamik & Sunrise

5 Kuliner Khas yang Wajib Dicicipi Ketika Berkunjung ke Bromo

Tour BromoSiapa sih masyarakat Indonesia yang tidak tahu Gunung Bromo? Meskipun tidak tahu letaknya, tentu saja nama Bromo sendiri sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Bukan hanya masyarakat Indonesia, Gunung Bromo ini juga sudah terkenal hingga ke luar negeri.

Berkunjung ke kawasan Bromo, kamu tidak hanya dapat melihat berbagai pemandangan spektakuler, tetapi juga bisa menjelajahi kuliner khas Tengger. Apa saja kuliner khas yang wajib dicoba setidaknya sekali saat berkunjung ke Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru? Simak sampai habis ya!

 

 

Keripik Kentang

Credit: Lazada

Terdengar biasa saja namanya, tetapi keripik kentang yang bisa dengan mudah ditemukan di kawasan wisata Bromo ini berwarna putih bersih dan tentu saja, renyah. Selain bisa dimakan langsung, keripik kentang ini bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Keripik kentang ini diolah dan dikemas dengan cara yang masih tradisional sehingga nutrisinya masih terjaga dengan baik. Pengemasannya juga sangat rapi jadi tidak perlu khawatir dengan kualitasnya karena tetap aman bagi kesehatan.

Harga yang perlu dikeluarkan untuk sebungkus keripik kentang ini pun sangat terjangkau dan ramah kantong, dimana kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp10.000,00 per kemasan.

 

Sawut Kabut

Credit: Travelingyuk

Kuliner satu ini juga merupakan kuliner khas yang wajib kamu coba apabila berkunjung ke kawasan Bromo. Kuliner yang juga termasuk jajanan tradisional dari masyarakat Tengger ini terbuat dari singkong yang diparut dan dimasak dengan campuran gula merah dan biasanya dibuat dalam bentuk mengerucut.

Biasanya sawut kabut khas Bromo disajikan dengan berbagai topping seperti potongan daun pandan, taburan kelapa, sagu mutiara merah, siraman gula merah yang kental, bahkan sampai buah murbei hitam. Cita rasa manis dan gurih serta aroma yang khas ini bahkan sudah terkenal sampai wisatawan internasional.

 

Iga Pasir

Credit: Jajahnesia

Udara dingin di kawasan Bromo tentu mengundang selera untuk menyantap sajian panas dan pedas. Salah satu sajian kuliner khas kawasan Bromo yang dapat dicoba untuk memuaskan keinginan tersebut adalah kuliner iga pasir bromo ini.

Walaupun terselip kata pasir pada nama kuliner ini, sebenarnya tidak ada pasir yang ikut disajikan bersama kuliner iga pasir ini. Bahkan, sekilas iga pasir bromo ini mirip dengan olahan iga pada umumnya.

Yang membedakannya hingga membuat kata pasir tersisip pada nama kuliner ini adalah karena pada tungku tempat memasak kuliner ini yang terdapat pasirnya. Cita rasanya yang pedas dan disajikan dalam keadaan panas ini sangat cocok untuk disantap melawan udara dingin kawasan Bromo.

 

Baca Juga : Cafe Bromo Viral, Pemandangan 360 Derajat dan 4 Gunung Sekaligus

 

Nasi Aron

Credit: Luthfiyah Nurlaela

Kuliner lainnya dari kawasan Bromo ini memiliki bahan yang tidak biasa dan berbeda dari nasi pada umumnya. Jika nasi biasanya terbuat dari beras, nasi aron ini terbuat dari jagung berbiji putih yang ditumbuk. 

Nasi aron ini merupakan makanan pokok dari masyarakat tengger lho. Teksturnya yang kenyal sangat cocok jika dipadukan dengan sayur ranti, sayur khas Tengger yang memiliki cita rasa yang agak pahit. Apalagi jika ditambah dengan sambal pedas yang menggugah, dijamin kamu akan ketagihan saat makanannya.

Karena terbuat dari jagung, jenis nasi ini juga memiliki khasiat untuk mengendalikan gula darah. Bukan hanya menjaga, nasi aron ini juga memiliki khasiat untuk melawan diabetes lho. Sangat berkhasiat bukan?

 

Wedang Pokak

Credit: Pigiblog

Credit: Pigiblog

Minuman herbal khas daerah Tengger ini juga merupakan sajian yang wajib dicoba setidaknya sekali seumur hidup. Minuman yang juga dikenal dengan nama wedang pokak ini biasanya dikemas dalam bentuk sirup.

Wedang pokak terbuat dari berbagai rempah seperti jahe, kayu manis, cengkeh, serai, jeruk purut, pandan, juga bunga lawang. Sensasinya yang menghangatkan badan karena mengandung jahe ini sangat cocok untuk diminum di tengah udara dingin kawasan Bromo.

Selain karena sensasi menghangatkan setelah minum wedang pokak, meminum minuman herbal ini juga bagus untuk kesehatan. Rempah-rempah yang terkandung di dalam wedang pokak ini dipercaya mampu mengatasi berbagai penyakit seperti ginjal, rematik, batuk, dan juga pusing kepala.

 

Baca Juga : 12 Wisata Bromo Tengger Semeru, Berburu Spot Ciamik & Sunrise

 

Itu dia beberapa kuliner khas yang wajib anda cicipi saat berkunjung ke kawasan Bromo. Kira-kira, yang mana kuliner yang paling menarik perhatian kamu?