Sangeh Monkey Forest Bali, Destinasi Wisata Sustainable Tourism


Trip Bali – Wisata di Bali nggak melulu soal pantai!

Kamu yang membaca ini mesti setuju dengan pernyataan di atas.

Alasannya karena banyak destinasi wisata di Bali yang menawarkan beragam pengalaman seru selain bermain air di pantai, yang bisa kamu kunjungi selama liburan di Pulau Dewata ini.

Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi adalah destinasi wisata yang mengusung konsep sustainable tourism.

Selain berwisata dan menikmati keindahan alamnya, berkunjung ke destinasi wisata dengan konsep ini juga dapat membuat kamu ikut serta untuk memelihara alam dan dapat meningkatkan kesadaran akan lingkungan.

Di Bali, Sangeh Monkey Forest merupakan satu dari sekian banyaknya destinasi wisata yang mengusung konsep ini.

Bagi kamu yang belum pernah dan berniat untuk mengunjungi Sangeh Monkey Forest, simak artikel berikut untuk menambah wawasanmu.

 

Sejarah Singkat

Credit: INews

Sangeh Monkey Forest dulunya adalah saksi bisu dari megahnya Kerajaan Mengwi di Bali yang membangun sebuah tempat peristirahatan megah di Pura Taman Ayun yang berada di Mengwi.

Dalam kawasan ini terdapat hutan yang di dalamnya terdapat sebuah pura yang bernama Pura Bukit Sari yang konon katanya dibuat oleh Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti, putra angkat dari Raja Mengwi.

Diceritakan pada zaman dahulu, Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti ini mendapatkan wahyu saat sedang melakukan pertapaan. Beliau diminta untuk membangun sebuah pura yang berlokasi di kawasan yang sekarang adalah kawasan Sangeh Monkey Forest.

Kemudian beliau membangun sebuah pura seperti yang diwahyukan, dan sampai sekarang pura ini masih ada dan dijaga sebagai tempat sembahyang masyarakat sekitar kawasan tersebut.

Kawasan ini dinamakan Sangeh karena diambil dari 2 kata yaitu sang (orang) dan ngeh (melihat).

Masyarakat sekitar percaya bahwa konon katanya ada pohon yang berasal dari Gunung Agung tumbuh di kawasan ini. Dan ada orang yang melihat ketika pohon ini bergerak sendiri, kemudian setelah bergerak pohon ini berdiam di tempatnya sampai sekarang sehingga kawasan tersebut dinamakan Sangeh.

Sekarang kawasan Sangeh ini merupakan destinasi wisata hutan lindung yang ditumbuhi oleh ribuan pohon pala. Tidak hanya pohon pala, terdapat ratusan monyet yang berhabitat di kawasan ini.

 

Keunikan dan Daya Tarik

Credit: The World Travel Guy

Sangeh Monkey Forest ini merupakan kawasan yang terkenal akan monyet-monyetnya yang jinak.

Merupakan Taman Wisata Alam, kawasan ini dulunya merupakan cagar alam yang didasarkan pada SK Menteri Kehutanan No 87/Kps-II/1993 pada tanggal 16 Februari 1993 dengan luas kawasan sekitar 13.969 ha.

Tidak hanya terkenal akan monyet-monyetnya yang jinak, di kawasan ini juga terdapat berbagai macam flora dan fauna lainnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, di dalam kawasan ini terdapat hutan pala yang bijinya tidak dapat dimakan. Selain itu juga terdapat tanaman jenis lainnya seperti pule, amplas, cempaka kuning, kepohpoh, dan lain sebagainya.

Untuk monyet-monyet yang ada di kawasan ini, sebagian besar adalah monyet dengan jenis abu-abu. Dan fauna lain yang ada di kawasan ini adalah alap-alap, elang, burung hantu, terocok, musang, kucing hutan, dan sebagainya.

 

 

Baca Juga: Inilah 7 Hutan Wisata Bali yang Wajib Kamu Kunjungi

 

 

Aktivitas yang Dapat Dilakukan

Berinteraksi dengan Monyet

Credit: Liputan6

Selain dapat melihat monyet berlalu-lalang di kawasan ini, kamu juga dapat berinteraksi dengan mereka dengan memberi makan dan juga berfoto. Namun dalam melakukan aktivitas ini, kamu juga diimbau untuk tetap berhati-hati dan didampingi pemandu. 

Selain itu saat berjalan-jalan di kawasan ini, kamu juga harus tetap memperhatikan barang-barang pribadimu karena monyet-monyet di sini meskipun jinak tetaplah usil.

 

Mengunjungi Pura

Credit: Pande

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, di dalam kawasan ini terdapat pura yang dapat kamu kunjungi.

Di dalam kawasan ini, tidak hanya terdapat satu pura saja tetapi saat ini sudah terdapat dua pura yang berada di tengah-tengah hutan. Pura yang kecil dinamakan Pura Melanting, dan yang besar bernama Pura Bukit Sari.

Namun ketika kamu mengunjungi pura-pura ini, kamu tetap harus menaati peraturan. Karena pura-pura ini merupakan tempat sakral bagi masyarakat setempat.

 

Berburu Foto

Credit: Indonesia Travel

Karena terdapat banyak spot foto yang instagramable, kamu bisa berburu banyak foto di kawasan ini.

Selain berfoto dengan monyet-monyet, kamu bisa berfoto di beberapa tempat yang menjadikan fotomu jadi menarik.

 

Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Rute

Bagi kamu warga Bali yang ingin mengunjungi Sangeh Monkey Forest, kamu hanya perlu membayar Rp15.000,00 per orang dewasa, dengan tarif parkir kendaraan sebesar Rp2.000,00 untuk kendaraan motor dan Rp5.000,00 untuk kendaraan mobil.

Namun jika kamu adalah wisatawan domestik atau luar Bali, kamu akan membayar sebesar Rp300.000,00 dan jika kamu mengajak wisatawan asing untuk datang berkunjung, mereka akan membayar sebesar Rp500.000,00 per orang.

Biaya masuk ke kawasan ini bisa berubah sewaktu-waktu.

Sangeh Monkey Forest Bali buka mulai pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WIT.

Rute perjalanan ke kawasan ini jika ditempuh dari Denpasar akan memakan waktu kurang lebih satu jam dengan jarak tempuh 24,6 kilometer.

Perjalannya akan melalui Jalan Diponegoro, Jalan Hasanudin, Jalan Wahidin, Jalan Setia Budi, Jalan Cokroaminoto, Jalan Raya Lukluk, Jalan Raya Sempidi, Jalan Raya Penarungan, Jalan Oleg, Jalan Puputan Badung, dan Jalan raya Sangeh.

 

Jadi, gimana? Udah bertambahkah wawasan kamu mengenai kawasan ini? Apakah kamu udah siap berkunjung?

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *