Benteng Pendem Ambarawa Jateng, Saksi Penjajahan Belanda


Paket Tour Semarang – Ambarawa, sebuah kota kecil yang terletak di lereng Gunung Ungaran, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu dari sejarah panjang Indonesia.

Di tengah hiruk-pikuk perkembangan modern, ada sebuah peninggalan bersejarah yang kokoh berdiri di tengah kota ini, yakni Benteng Pendem. 

Benteng Pendem bukan hanya benteng dengan struktur bangunan batu yang mengesankan, tetapi juga sebuah jendela ke masa lalu yang kaya dengan kisah dan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. 

Tersembunyi di tengah hijaunya pegunungan dan perbukitan, benteng ini telah menjalani peran penting dalam perkembangan sejarah Indonesia. Namun demikian, benteng ini memiliki keindahan dan pesonanya tersendiri sebagai sebuah destinasi wisata bersejarah. 

 

Mengenal Benteng Pendem Ambarawa

Credit: Kompasiana

Benteng Pendem dibangun pada tahun 1834 oleh pemerintah kolonial Belanda di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Willem I.

Benteng ini digunakan sebagai markas militer untuk mengawasi dan mengendalikan wilayah sekitarnya. Bangunan ini selesai dibangun dan diresmikan pada tahun 1845 oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai bagian dari barak militernya. 

Selama masa penjajahan, benteng ini digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata dan perlengkapan militer. Namun, dalam perkembangannya, peran benteng ini tidak hanya terbatas pada fungsi militer semata. Benteng Pendem Ambarawa juga menjadi saksi perjuangan dan sejarah panjang dalam perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia.

 

Peran dalam Sejarah Indonesia

Pada masa penjajahan Belanda, Benteng Pendem Ambarawa berfungsi sebagai pusat logistik yang penting. Fungsi utamanya adalah untuk menghubungkan Semarang, Malang dan Salatiga. Letaknya yang strategis sangat memudahkan Belanda untuk memasok logistik demi kepentingan perang.

Pada masa penjajahan Jepang, benteng ini dijadikan sebagai penjara bagi tahanan Jepang. Tahanan Jepang tersebut terdiri dari masyarakat Indonesia dan Belanda yang membangkang pada pemerintahan Jepang.

 

Arsitektur dan Keunikan Benteng

Credit: Dreamstime

Secara umum, bangunan Benteng Pendem Ambarawa berbentuk bujur sangkar dan lingkungan sekitarnya berupa persawahan. Arsitektur dari benteng mencerminkan era kolonial Belanda.

Dibangun dengan bahan baku seperti batu bata dan kayu, benteng ini memiliki ciri khas yang mengesankan dengan tembok-tembok tebal dan jendela-jendela besar. 

Bentuk bangunan yang seperti itu sangat berguna sebagai barak militer dan gudang logistik para tentara Belanda. Pada saat ini, bentuk bangunan dari benteng sudah sedikit berubah dari aslinya. Mengingat umur dari bangunan tersebut yang sudah sangat tua.

 

Baca juga : 7 Penginapan di Dieng dengan Pemandangan Alam Spektakuler

 

Daya Tarik Benteng sebagai Destinasi Wisata

Credit: Jejakpiknik

Meskipun menyimpan kenangan kelam, bangunan yang satu ini juga menjadi bukti perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan.

Arsitektur khas Eropa yang melekat pada bangunan benteng membuatnya terlihat unik dan indah. Hal tersebut menjadikannya cocok sebagai destinasi wisata sejarah yang menarik.

Letaknya yang berada di tengah persawahan membuat pemandangan sekitar tempat ini semakin menakjubkan. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang melakukan pemotretan prewedding di sini. 

Kamu hanya perlu membayar Rp5.000,00 untuk masuk ke sini. Bangunan ini terlihat sudah sangat tua dan mengelupas yang membuatnya tidak lepas dari kesan mistis.

Namun demikian, di waktu yang bersamaan benteng ini terlihat sangat kokoh dan estetik. Tempat yang satu ini sangat cocok bagi kamu pecinta vintage. Setiap sudut dari benteng dapat dijadikan spot foto yang menarik.

 

Nah, itu dia seputar Benteng Pendem Ambarawa yang perlu kamu ketahui. Jadi, apakah artikel ini menambah wawasan kamu tentang sejarah dan membuat kamu tertarik untuk berkunjung?

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *